Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Percepat Penanganan Malaria, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Jayapura 

Rohana Wenggi • Senin, 18 Mei 2026 | 09:49 WIB
Dinkes Kabupaten Jayapura saat melaksanakan program percepatan  pencegahan malaria di Hotel Horison Sentani, Senin (18/5/2026).
(CEPOSONLINE.COM/Yohana).
Dinkes Kabupaten Jayapura saat melaksanakan program percepatan  pencegahan malaria di Hotel Horison Sentani, Senin (18/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/Yohana).

CEPOSONLINE.COM,SENTANI – Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Haris R. Yocku, menegaskan malaria masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jayapura sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam pencegahan dan penanganannya.

Hal tersebut disampaikan Haris saat mendampingi pelatihan program percepatan  pencegahan malaria yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura di Sentani.

Menurut Haris, sejak Januari hingga Mei 2026 terjadi peningkatan pemeriksaan malaria sebagai upaya menekan laju penyebaran penyakit tersebut melalui pemeriksaan dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi karena malaria merupakan salah satu penyakit mematikan di Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, OPD non-kesehatan, TNI dan Polri agar penanganan malaria dilakukan bersama-sama hingga tingkat kampung.

Ia menyebut Kabupaten Jayapura mendapat target satu juta pemeriksaan malaria setiap tahun mulai 2025 hingga 2030.

“Kami mencatat  hingga triwulan pertama 2026 jumlah pemeriksaan malaria mencapai 130.450 orang dengan 19.542 kasus positif hingga April 2026,” jelasnya .

Sementara sepanjang 2025 tercatat sekitar 71 ribu kasus malaria di daerah tersebut.

Upaya percepatan eliminasi malaria yang dilakukan Dinkes adalah  “Temukan, Obati, Kendalikan ”atau TOKEN.

“Temukan sebanyak mungkin kasus melalui pemeriksaan, langsung diobati, lalu dikendalikan. Pengendalian ini berkaitan dengan vektor dan kebersihan lingkungan,” jelasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#haris yocku #Jayapura