CEPOSONLINE.COM, SENTANI – Ribuan umat Muslim memadati pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani. Jamaah yang hadir terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dalam pelaksanaan salat Ied tersebut, khotib mengangkat tema “Hakikat dan Tujuan Penciptaan Manusia.”
Khotib, Sakarudin, dalam ceramahnya menekankan pentingnya menjaga persatuan meski terdapat perbedaan dalam penentuan 1 Syawal.
“Perbedaan dalam penentuan 1 Syawal bukan menjadi alasan untuk bertikai. Yang berbeda hanya penentuan waktunya, sementara pelaksanaan dan tata cara Idul Fitri tetap sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan pendapat dalam Islam merupakan rahmat dan bentuk kasih sayang Allah SWT, sehingga harus disikapi dengan bijak dan penuh toleransi.
Dalam khutbahnya, ia juga mengingatkan jamaah tentang tujuan utama penciptaan manusia, yakni untuk mengingat dan beribadah kepada Allah SWT.
Hal tersebut, sebagaimana tercermin dalam firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 190 tentang tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir.
Selain itu, momentum Idul Fitri juga menjadi refleksi setelah sebulan menjalankan ibadah di bulan Ramadan, seperti puasa, membaca Al-Quran, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
“Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan mempererat silaturahmi. Kita datang ke dunia ini bukan untuk selamanya, melainkan sebagai tempat sementara,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh umat Muslim untuk terus menjaga persatuan dan mempererat tali silaturahmi, meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya.
“Walaupun ada perbedaan, tetapi kita tetap satu dalam ukhuwah Islamiyah,” tutupnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah