CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan tegas kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura agar segera memaksimalkan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2026.
Peringatan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan III Tahun 2026 terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Kota Jayapura, yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG), Rabu (28/10/2026).
Dalam arahannya, Abisai menegaskan bahwa hasil monitoring kali ini menjadi peringatan terakhir bagi pimpinan OPD untuk memperbaiki kinerja, terutama dalam merealisasikan program dan kegiatan yang telah direncanakan.
“Monitoring ini menjadi warning terakhir. Kalau tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik, maka harus ada yang mundur,” tegasnya.
Abisai menjelaskan, OPD masih memiliki waktu hingga 15 Desember 2026 untuk memperkuat pelaksanaan program dan meningkatkan realisasi anggaran.
Karena itu, seluruh pimpinan OPD diminta memanfaatkan sisa waktu yang tersedia dengan bekerja lebih maksimal dan memastikan setiap program berjalan sesuai target.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OPD yang telah menunjukkan kinerja maksimal dengan capaian fisik pembangunan mencapai 83 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan hingga akhir tahun anggaran.
Sebaliknya, OPD yang realisasi fisik maupun pelaksanaan programnya masih rendah diminta segera menyusun strategi percepatan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sebelum batas waktu berakhir.
“Waktu kita sampai 15 Desember 2026. Saya minta seluruh OPD benar-benar memaksimalkan waktu yang ada untuk menyelesaikan program dan kegiatan tahun ini,” ujarnya.
Wali Kota juga menegaskan bahwa pada Kamis (29/10), Ia akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi fisik pekerjaan pembangunan, khususnya kegiatan yang hingga saat ini belum tuntas.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus mengetahui kendala yang menghambat penyelesaian pekerjaan.
Selain mengevaluasi realisasi program tahun berjalan, Abisai mengingatkan bahwa evaluasi terhadap kinerja pimpinan OPD akan terus dilakukan.
Ia menilai, sisa masa kepemimpinan harus dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan dan tanggung jawab para pimpinan perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Ia menyebutkan, setelah dua tahun masa pemerintahan berjalan, masih tersedia tiga tahun ke depan untuk melanjutkan pembangunan.
Karena itu, evaluasi kinerja menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemerintah ke depan, termasuk kemungkinan menghadirkan wajah baru dalam jajaran pimpinan OPD pada 2027.(*)
Editor : Lucky Ireeuw