Lepas 15 Mahasiswa OAP Port Numbay, Abisai Rollo: Tuntaskan Kuliah, Jangan Sia-siakan Dukungan Pemer

Mustakim Ali • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Sejumlah mahasiswa saat mengikuti pertemuan dengan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Rocky Bebena di ruang rapat Wali Kota Jayapura, Kamis (20/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/MUSTAKIM ALI)
Sejumlah mahasiswa saat mengikuti pertemuan dengan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Rocky Bebena di ruang rapat Wali Kota Jayapura, Kamis (20/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/MUSTAKIM ALI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mendorong 15 mahasiswa asal Kota Jayapura yang mendapat dukungan pendidikan untuk kuliah di luar Papua agar serius menjalani pendidikan dan menuntaskan studi tepat waktu.

Pesan tersebut disampaikan Abisai saat melepas 15 mahasiswa dalam kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Jayapura, Kamis (20/8/2026).

Abisai menegaskan, pendidikan merupakan salah satu kunci penting bagi generasi muda untuk meraih masa depan sekaligus menjadi bekal dalam memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan Kota Jayapura.

Menurutnya, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung pendidikan para mahasiswa tersebut. Karena itu, kesempatan yang diberikan pemerintah tidak boleh disia-siakan.

“Pendidikan itu penting. Pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan sudah menyiapkan biaya yang cukup besar untuk kamu kuliah. Karena itu, kuliah dengan baik dan rajin jadilah harapan rmas untuk calon pemimpin di Kota ini,” ujar Abisai.

Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target. Abisai bahkan mendorong agar mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi lebih cepat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ia juga membagikan pengalaman seorang anak penerima program pendidikan yang berhasil menjadi pilot. Anak tersebut, kata Abisai, sempat hendak menunda wisuda karena persoalan biaya.

“Saya pernah mendapat laporan ada anak sekolah yang sudah menjadi pilot dan mau terbang. Dia mau menunda satu tahun untuk wisuda. Saya tanya, kenapa ditunda? Katanya karena biaya. Saya bilang, kalau biayanya ada, kenapa harus ditunda? Lanjutkan dan selesaikan,” ungkapnya.

Bagi Abisai, keberhasilan anak tersebut menjadi contoh bahwa pendidikan dapat membuka peluang besar bagi masa depan generasi muda.

Ia berharap 15 mahasiswa yang mendapat dukungan pendidikan tersebut kelak dapat kembali dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Jayapura.

“Kamu harus menjadi penerus di Kota Jayapura. Sekolah dulu, Kalau sudah ada ijazah, yang lain tinggal diatur. kalian akan menjadi anak-anak yang pintar dan berguna bagi bangsa, negara, Kota Jayapura, dan orang tua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menegaskan persoalan keterlambatan pembayaran biaya semester bagi mahasiswa penerima dukungan pemerintah akan menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah.

Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua terkait pengalaman sebelumnya, ketika pencairan beasiswa mengalami keterlambatan sementara batas waktu pembayaran biaya pendidikan di perguruan tinggi telah tiba.

Rocky mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi yang menjadi tempat mahasiswa tersebut menempuh pendidikan.

Dengan adanya kerja sama tersebut, ia memastikan persoalan keterlambatan pembayaran biaya semester seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak diharapkan kembali terjadi.

“Untuk keterlambatan pembayaran uang semester, itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Bapak Wali Kota sudah melakukan MoU dengan sejumlah universitas yang dimaksud, sehingga hal tersebut dipastikan tidak akan terjadi,” tegas Rocky.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap pendidikan mahasiswa di luar Papua diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kepastian kepada mahasiswa maupun orang tua.

Sebelumnya, perwakilan orang tua menyampaikan pengalaman adanya mahasiswa yang kuliah di Jawa Tengah dan sempat menghadapi persoalan karena dana beasiswa belum diterima ketika pembayaran semester telah jatuh tempo. Kondisi tersebut akhirnya membuat orang tua harus menanggung biaya pendidikan terlebih dahulu.

Pengalaman itu menjadi perhatian agar mekanisme dukungan pendidikan ke depan dapat berjalan lebih baik dan tepat waktu.

Abisai pun kembali mengingatkan para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka selama menempuh pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, mahasiswa, perguruan tinggi, dan keluarga.

“Walaupun kondisi negara tidak baik-baik saja, efisiensi dan uang terbatas, ekonomi juga punya tantangan, tetapi semangat kita tetap membangun kota. Semangat kita adalah membangun rakyat,” pungkas Abisai.(*)

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com kotajayapura