CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kinerja Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Kota Jayapura mencatat capaian tren positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2026.
Hingga akhir triwulan II atau Juni 2026, realisasi PAD telah berhasil melampaui target yang ditetapkan 50 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengungkapkan, realisasi PAD hingga akhir triwulan II atau Juni 2026 mencapai Rp164.400.653.440 atau 53,45 persen dari target tahunan sebesar Rp307.571.279.665.
"Target di triwulan kedua ini 50 persen, namun hingga akhir Juni realisasi PAD sudah mencapai 53,45 persen," ujar Rory kepada Ceposonline.com, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, target PAD yang harus dicapai hingga akhir Juni sebesar Rp153.785.639.832,50.
Dengan demikian, capaian saat ini telah melampaui target triwulan kedua sebesar 3,45 persen atau sekitar Rp10,61 miliar.
Meski demikian, Bapenda masih harus mengejar sekitar Rp143,17 miliar lagi agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai sepenuhnya.
Rory Huwae optimistis target tersebut dapat diraih karena masih tersedia waktu enam bulan hingga akhir tahun anggaran.
Sementara itu dari seluruh komponen PAD, Pajak Daerah masih menjadi penyumbang terbesar.
Hingga Juni 2026, realisasinya mencapai Rp138.396.497.959 atau 53,24 persen dari target Rp259.971.342.500.
Salah satu sektor yang mencatat kinerja paling menonjol adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Dari target Rp45.107.492.043, realisasinya telah mencapai Rp32.101.780.698 atau 71,17 persen, sehingga hanya tersisa sekitar Rp13 miliar lagi untuk memenuhi target tahunan.
Sementara itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) telah terealisasi Rp66.747.670.098 atau 51,17 persen dari target Rp130.449.512.767.
Khusus PBJT Makanan dan Minuman yang bersumber dari warung makan, restoran, kafe, hingga kantin, realisasinya mencapai Rp26.567.022.678 atau 49,01 persen dari target Rp54.212.003.146.
Namun demikian, capaian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih relatif rendah.
"Khusus BPHTB capaiannya baru 26,24 persen. Dari target Rp24 miliar, realisasinya baru sekitar Rp6,3 miliar,"jelas Rory.
Di sisi lain, penerimaan PBJT Tenaga Listrik menunjukkan tren positif dengan realisasi Rp25.616.384.960 atau 60,99 persen dari target Rp42 miliar.
Adapun Pajak Hotel telah terealisasi Rp8.547.346.406 atau 45,95 persen dari target Rp18.601.496.655, sedangkan Retribusi Parkir mencapai Rp474.162.546 atau 45,22 persen dari target Rp1.048.487.458.
Sementara itu, Pajak Kesenian dan Hiburan baru mencapai Rp5.542.753.508 atau sekitar 38 persen dari target Rp14.587.495.508.
Sedangkan Pajak Reklame telah terealisasi Rp12.034.684.193 atau 55,02 persen dari target Rp21.874.337.690.
Selain itu, sejumlah komponen PAD lainnya juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik, di antaranya Pajak Air Tanah sebesar 48,82 persen, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan 48,02 persen.
Lalu Opsen PKB dan BBNKB 55,29 persen, Hasil Retribusi Daerah 42,23 persen, serta Retribusi Jasa Umum 43,20 persen.
Untuk komponen retribusi lainnya, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan telah mencapai 42,92 persen, Retribusi Jasa Usaha 35,74 persen, dan Retribusi Perizinan Tertentu 22,38 persen.
Bahkan beberapa pos pendapatan telah melampaui target semester, seperti Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah yang mencapai 123,71 persen, serta Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Bagian Laba atas Penyertaan Modal yang masing-masing telah mencapai 105,50 persen.
Sementara itu, Lain-lain PAD yang Sah terealisasi 40,03 persen, Penerimaan Jasa Giro 11,73 persen, Pendapatan Denda Pajak 64,77 persen, Pendapatan Denda Retribusi 59,91 persen, dan Hasil Pemanfaatan Kekayaan Daerah 40,64 persen.
"Kita berharap tren positif ini terus dipertahankan sehingga target PAD Kota Jayapura tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal hingga akhir tahun," tutup Rory Huwae. (*).
Editor : Yohanes Palen