Wali Kota Jayapura Kembali Ingatkan Maraknya Aktivitas Pendulang Emas Ilegal

Yohanes Palen • Dipublikasikan Rabu, 10 Desember 2025 | 19:11 WIB

 

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo ketika melakukan sidak pendulang emas ilegal di Polimak Pemancar belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo ketika melakukan sidak pendulang emas ilegal di Polimak Pemancar belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Aktivitas pendulangan emas ilegal di wilayah Kota Jayapura kian marak dan dikhawatirkan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan maupun keselamatan warga.

 

Hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menghentikan dan menertibkan kegiatan tersebut. 

 

Padahal, selain merusak lingkungan, aktivitas pendulang emas ilegal juga berpotensi menyebabkan bencana alam seperti longsor dan banjir.

 

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo kini kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas pendulangan emas tanpa izin.

 

"Kami Pemerintah tidak akan tinggal diam apabila kegiatan tersebut terus berlangsung dan membahayakan warga,"ucap Abisai Rollo.

 

Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin ekstrem belakangan ini membuat risiko bencana semakin tinggi. 

 

Karena itu, ia meminta aparat terkait untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban di titik-titik yang diduga menjadi lokasi pendulangan emas ilegal.

 

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami berharap semua pihak bekerja sama untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana,”ujar pria yang disapa ABR ini.

 

Sambung ABR bahwa, jika terjadi hujan deras dan longsor, masyarakat sendiri yang akan merasakan akibatnya.

 

" Saya ingatkan lagi, tim keamanan terpadu sudah berjalan. Kalau kedapatan, akan langsung diproses. Kita harus jaga alam ini, karena risikonya kembali ke masyarakat,”tuturnya.

 

Disisi lain mantan Ketua DPRK Kota Jayapura ini juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan yang biasa terjadi pada periode Desember hingga Februari.

 

“Kita semua harus berhati-hati karena kondisi alam tidak dapat diprediksi. Tuhan melindungi kita semua agar terhindar dari bahaya seperti kebakaran maupun banjir. Karena itu, kita harus menjaga lingkungan dengan baik. 

 

Ia menegaskan pentingnya peran warga dalam menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja. 

 

Hal ini menjadi langkah utama pencegahan banjir akibat saluran air yang tersumbat.

 

“Kita jaga kota ini baik-baik karena kita hidup di kota ini. Jangan membuang sampah sembarangan. Kita tahu bahwa Desember sampai Februari adalah musim hujan,"tegasnya.

 

Pihaknya meminta masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan jangan merusakkinya.

 

Selain peran aktif masyarakat, ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkolaborasi dalam upaya mitigasi bencana. 

 

Setiap OPD, menurut ABR, memiliki peran dan tugas masing-masing guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

 

“Upaya pencegahan dan penanganan potensi bencana akan dilakukan bersama. Perlunya langkah antisipatif yang terkoordinasi dari seluruh perangkat daerah,"tutup ABR. (*).

Editor : Lucky Ireeuw
Ceposonline.com tambang ilegal kota jayapura Abisai Rollo