CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura kini berupaya mendorong untuk pengembangan dua sektor unggulan di 14 Kampung di Kota Jayapura.
Adapun dua sektor tersebut yakni dibidang pertanian dan perikanan yang mana diharapkan bisa mendorong perekonomian masyarakat di Kampung.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Jayapura melalui kebijakkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan menyiapkan anggaran khusus di tahun 2026 mendatang.
"Ya, tahun 2026 mendatang kita akan siapkan alokasi anggaran khusus sektor pertanian dan perikanan di tahun 2026 mendatang,"ucap Wakil Wali Kota Jayapura, H.Rustan Saru.
Kata Rustan Saru bahwa, anggaran tersebut akan diarahkan bagi OPD dan Pemerintah Kampung guna memperkuat pendampingan, pemberdayaan, serta pengembangan komoditas unggulan.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, hasil produksi bisa menjadi pemasukan rutin yang mendongkrak kesejahteraan warga kampung,” tegas Rustan Saru.
Sementara itu demi mendukung terhadap pengembangan dua sektor tersebut dimana Pemerintah Kota Jayapura mengandeng pihak Universitas Hasanudin Makasar.
"Kita sudah lakukan MoU dengan Universitas Hasanudin Makasar dan sekarang mereka sudah di Jayapura selama 4 bulan kedepan lakukan pendampingan,"terang mantan anggota DPR Papua ini.
Sambung Rustan Saru bahwa, kerja sama dengan pihak UNHAS Makasar tersebut bukan hanya sektor ekonomi semata.
Namun kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang untuk disektor Pendidikan dan Pariwisata.
"Jadi, ASN dan anak-anak Papua mendapat kesempatan khusus untuk melanjutkan studi di berbagai jurusan di UNHAS Makasar,"bebernya.
Menuritnya, ini sebuah kesempatan emas. Melalui MoU ini, kapasitas ASN dan generasi muda Papua dapat meningkat melalui pendidikan berkualitas.
"MoU dengan Unhas adalah momentum penting yang harus dimaksimalkan. Pemerintah berkomitmen memastikan transfer ilmu, teknologi, dan pengalaman dapat diterapkan langsung di lapangan serta memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,"tutup H.Rustan Saru. (*).
Editor : Lucky Ireeuw