Ini Alasan TPNPB Menyerang Acara Festival Lembah Baliem

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:05 WIB
Salah satu korban penyerangan di lokasi Festival Lembah Baliem saat dievakuasi, Sabtu (8/8/2026). (CEPOSONLINE/DENI)
Salah satu korban penyerangan di lokasi Festival Lembah Baliem saat dievakuasi, Sabtu (8/8/2026). (CEPOSONLINE/DENI)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan bertanggungjawab atas insiden penyerangan di lokasi Festival Lembah Baliem (FLB) di Wamena 8 Agustus kemarin.

Alasannya justru menarik, TPNPB menganggap kegiatan ini bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia sehingga bentuk penolakan dilakukan dengan menyerang dan membubarkan.

Pihknya bahkan meminta orang Papua untuk tidak merayakan HUT 17 Agustus. Dan siapapun yang merayakan harus diberi pelajaran. “Itu (festival) bagian dari HUT RI dan kami tegas  siapa pun yang merayakan kemerdekaan 17 Agustus di tanah Papua wajib ditembak,” ancam Jubir TPNPB, Sebby Sembom melalui ponselnya, Minggu (9/8/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya pihaknya tidak mengakui kemerdekaan republic Indonesia dan menyinggung oganisasi lokal, Barisan Merah Putih untuk diberi pelajaran. “Yang ikut perayaan Barisan Merah Putih itu wajib tembak,” tambahnya.

Disinggung soal kelompok yang melakukan aksi penyerangan, Sebby menyebut bahwa kelompok yang masuk dan menyerang adalah kelompok Egianus Kogoya. “Itu Egianus,” timpalnya. Sementara pasca insiden ini tercatat ada dua warga sipil yang terluka. Aparat juga terus melakukan pengejaran  kepada pelaku. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
festival lembah baliem penembakan Jayawijaya