CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Memasuki Tahun baru 2026 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena mengalami peningkatan pasien hingga kapasitas tempat tidur di ruang rawat inap penuh. Sebab ruangan bangsal masih ditempati pasien yang belum bisa diperbolehkan untuk pulang, Jumat (9/1/2026).
Direktur RSUD Wamena dr Charles Manalagi, menyatakan situasi di RSUD Wamena memang sering kali menghadapi situasi, dimana banyak pasien dan bagaimana pun juga rumah sakit ini punya kapasitas.
Saat ini RSUD Wamena punya kapasitas itu ada 175 tempat tidur.
"Kondisi full pasien ini bisa terjadi kapan saja, dimana pada hari Rabu lalu saya juga memantau ada peningkatan pasien yang membuat kapasitas RSUD Wamena full yang membuat pasien yang seharusnya dirawat inap di ruangan tak bisa dikirim kesana karena ruangan bangsal penuh," ungkapnya di RSUD Wamena.
Dalam ruangan bangsal yang ada di RSUD Wamena juga masih banyak pasien dan setelah di cek ke rekan -rekan dokter yang menangani pasien yang ada di bangsal ini belum diperbolehkan oleh pulang, dan memang tidak bisa juga pasien belum sembuh tapi disuruh pulang.
"Ini yang menyebabkan adanya penumpukan pasien sehingga kapasitas over, hal lain, diWamena ini satu -satunya rumah sakit rujukan di Papua Pegunungan sehingga semua pasien mengalir ke sini sebab tak ada rumah sakit lain yang bisa jadi tempat perawatan pasien, memang ada klinik tapi swasta dan kapasitasnya tak terlalu besar," jelas dr Charles
Menyikapi masalah tersebut, RSUD Wamena terus melakukan pemantauan terhadap pasien yang ada di bangsal, apabila kondisinya sudah bisa diperbolehkan pulang maka, harus dipulangkan namun tetap memperhatikan kondisi kesehatan pasiennya, dan juga menambah tempat tidur cadangan di UGD.
"Kami bisa saja menambah tempat tidur di tiga ruangan yang belum kami fungsikan, namun untuk menambah tempat tidur ini berhubungan dengan tenaga kesehatan kembali, saya pikir kalau dua ruangan bangsal yang toiletnya ini diperbaiki kita bisa gunakan hanya saja kembali kepada masalah tenaga," tutup Direktur RSUD Wamena. (*)
Editor : Agung Trihandono