Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Baru Terima 17 Proposal

Deni Tonjau • 2025-04-28 14:37:09
Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana daerah yang dibangun Pemkab Jayawijaya di halaman kantor bupati Jayawijaya sejak Minggu (27/4/2025). (Ceposonline.com/Deny Tonjau)
Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana daerah yang dibangun Pemkab Jayawijaya di halaman kantor bupati Jayawijaya sejak Minggu (27/4/2025). (Ceposonline.com/Deny Tonjau)

CEPOSONLINE.COM,WAMENA- Usai membuka Posko Tanggap Darurat bencana daerah di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baru menerima 17 proposal dari beberapa kampung dan distrik yang terdampak banjir Senin (28/4/2025).

Kepala BPBD Kabupaten Jayawijaya Edison Wetipo menyatakan sampai detik ini posko penanganan bencana banjir pemkab Jayawijaya baru menerima 17 proposal dari kampung yang terdampak banjir dimana rata-rata laporannya terkait banjir yang menutupi kebun dan rumah dari warga.

"Untuk longsor baru dari distrik Tagime yang melapor dimana jalan Wamena - Kelila itu terputus yang mengakibatkan mobilitas masyarakat terhambat,"ungkapnya saat ditemui di kantor bupati Jayawijaya.

Dari posko sendiri menginginkan agar kepala distrik dan kepala kampung segera memberikan data yang akurat, karena dalam rapat dengan pimpinan daerah sudah ditekankan kepada kepala distrik untuk secepat mungkin melakukan inventarisir dan menyerahkan data tersebut.

"Kita mengharapkan data dari kepala distrik ini bisa segera dimasukan, dari 22 distrik yang terdampak sebagian distrik sudah memasukan laporannya hanya tinnggal beberapa lagi yang belum memasukan laporannya untuk nantinya akan dihitung jumlah bantuan yang akan disalurkan," kata Edison Wetipo

Sesuai Surat keputusan (SK) Bupati terkait tanggap darurat ini sudah mulai diberlakukan 25 April hingga akan berakhir 5 Mei mendatang, sehingga kalau sembako sudah ada maka pemerintah langsung salurkan kepada korban banjir, sebab saat ini masyarakat yang terdampak banjir ini sangat membutuhkan sembako yang paling utama.

"Warga yang kebun dan rumahnya yang terendam banjir sangat membutuhkan bantuan pangan sebab mereka tak bisa lagi memanfaatkan kebunnya untuk keperluan makan minum lagi," tutup kepala BPBD Jayawijaya (*)

Editor : Agung Trihandono
#Jayawijaya #Papua Pegunungan #posko darurat