Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Dampak Perang Suku Lanny Jaya vs Nduga, Aktifitas 4 SD di Wamena Lumpuh

Deni Tonjau • 2024-10-01 15:07:10

 

 

SD YPPK Santo Yakobus Honelama yang sejak kemarin diliburkan akibat terjadinya perang suku antara warga Kabupaten Lanny Jaya dan Warga Kabupaten Nduga di Wamena.(CENDERAWASIH POS/Deni Tonjau)
SD YPPK Santo Yakobus Honelama yang sejak kemarin diliburkan akibat terjadinya perang suku antara warga Kabupaten Lanny Jaya dan Warga Kabupaten Nduga di Wamena.(CENDERAWASIH POS/Deni Tonjau)

CEPOSONLINE.COM, WAMENA- Tiga hari bentrokan antara kedua kelompok masyarakat di wilayah kampung Ilekma Distrik Napua masih terus terjadi, sehingga sekolah -sekolah yang ada wilayah itu juga menjadi korban sebab tidak ada aktifitas belajar mengajar yang dilakukan dan para siswa serta guru diliburkan sementara.

Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya Natalis Mumpu Amd, Sos membenarkan adanya sekolah yang tak beroperasi pasca terjadinya perang suku antara masyarakat Lanny Jaya dan masyarakat Nduga yang telah berlangsung selama 3 hari, sehingga sampai dengan saat ini siswa dan guru dari beberapa sekolah tersebut masih diliburkan.

"Untuk sekolah yang sementara meliburkan siswa dan gurunya sementara waktu karena perang suku antara lain, SD YPPK Santo Yakobus honelama, SD YPPGI Sinakma, SD YP3 Sapalek , SD YPPGI Napua,"ungkapnya Selasa (1/10/2024) saat ditemui di Wamena.

Dengan kondisi yang ada saat ini sangat tidak memungkinkan apabila aktifitas di sekolah seperti belajar mengajar antara siswa dan guru tetap berjalan seperti biasa, karena adanya ancaman ini maka sekolah di sana harus mengambil kebijakan untuk meliburkan guru dan siswanya sementara waktu sampai situasi kondusif.

"Kami tidak mungkin minta agar para siswa masuk ke sekolah dan guru -guru tidak bisa masuk untuk melakukan proses belajar mengajar di sekolah, tentunya semua aktifitas pendidikan di wilayah ini akan menjadi korban dari perang suku,"Kata Mumpu

Ia juga memastikan aktifitas pendidikan utnum 4 sekolah tersebut tidak bisa berjalan apabila perang suku tersebut masih terus berlangsung, kecuali dalam waktu dekat pemerintah daerah turun ke tempat kejadian dan mengamankan situasi itu. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Distrik Napua #Ceposonline.com #Natalis Mumpu