China Mulai Tergerak Mendukung Upaya Mediasi Redakan Konflik AS dan Iran

Agung Trihandono • Dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 | 10:59 WIB

Ilustrasi Negara China
Ilustrasi Negara China

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Konflik antara Amerika erikat dan Iran yang tak kunjung reda, mendorong Pemerintah China mendukung upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan bersama dengan Arab Sudi, Turki dan Mesir untuk meredakan perang di Timur Tengah ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning menyatakan bahwa China mendukung semua upaya yang kondusif untuk meredakan ketegangan, menurunkan eskalasi situasi, dan memulihkan dialog.

“Kami mengapresiasi upaya mediasi Pakistan untuk menurunkan eskalasi dan mendukung Pakistan untuk terus memainkan perannya sebagai mediator," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (30/3).

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar mengatakan bahwa AS dan Iran telah menyatakan kepercayaan pada Pakistan untuk memfasilitasi potensi dialog antara kedua negara.

Menlu Dar juga menegaskan Pakistan bersedia menggelar dan memfasilitasi pembicaraan yang berarti antara kedua pihak dalam beberapa hari ke depan, demi penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan atas konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Ia juga menyampaikan para menlu dari Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan Turki telah memutuskan untuk membentuk komite yang beranggotakan empat pejabat senior dari kementerian luar negeri masing-masing guna merumuskan teknis pelaksanaan melalui kesepahaman dan konsensus bersama.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memulai pembicaraan perdamaian sesegera mungkin. Kami siap untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Pakistan dan pihak lain untuk bersama-sama berupaya mencapai gencatan senjata serta perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," tambah Mao Ning.

China, kata Mao Ning telah berulang kali menekankan bahwa konflik yang berkepanjangan tidak menguntungkan siapa pun.

"Memulai pembicaraan adalah satu-satunya cara untuk menghindari lebih banyak korban dan kerugian serta mencegah penyebaran konflik lebih lanjut. Kami sekali lagi menyerukan kepada semua pihak untuk menunjukkan ketulusan, memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang untuk perdamaian dan mengakhiri perang ini yang seharusnya tidak terjadi sejak awal," ungkap Mao Ning.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan pada Senin (30/3) bahwa mereka belum melakukan negosiasi langsung dengan AS dan menegaskan bahwa kontak yang terjadi baru sebatas pesan yang disampaikan melalui pihak perantara.

Namun yang terjadi adalah pembahasan pesan melalui mediator yang menunjukkan keinginan AS untuk bernegosiasi.

Baqaei juga mempertanyakan kredibilitas klaim AS terkait upaya diplomatik untuk mengakhiri perang dengan Iran.

“Saya tidak tahu berapa banyak orang di AS yang menganggap serius klaim diplomasi Amerika. Misi kami jelas, tidak seperti pihak lain, yang terus-menerus mengubah posisinya,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pertemuan yang diselenggarakan oleh Pakistan diorganisir secara “mandiri” dan Iran tidak berpartisipasi di dalamnya.

“Baik jika negara-negara di kawasan ingin mengakhiri perang, tetapi mereka harus memahami dengan jelas siapa yang memulainya,” ucapnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
iran china Ceposonline.com as konflik