1.000 Hari Perang Gaza, 21.000 Anak Tewas dan 800.000 Mengungsi

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Genap 1.000 hari perang, anak-anak di Jalur Gaza menjadi salah satu kelompok yang menanggung dampak paling berat.
Save the Children menyebut sedikitnya 21.000 anak telah dikonfirmasi tewas, sementara lebih dari 800.000 anak kehilangan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Angka tersebut belum menggambarkan seluruh korban. Save the Children memperkirakan jumlah anak yang tewas kemungkinan lebih tinggi karena masih banyak korban yang diyakini tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Dalam peringatan 1.000 hari perang, organisasi kemanusiaan itu mengatakan anak-anak Gaza tidak hanya kehilangan rumah dan sekolah. Mereka juga kehilangan rasa aman, rutinitas, pendidikan dan kesempatan menikmati masa kanak-kanak seperti anak-anak seusianya.
Melansir dari JawaPos, Minggu (30/8/2026), lebih dari 800.000 anak atau sekitar 80 persen populasi anak di Gaza telah mengungsi. Sementara itu, sekitar 625.000 anak usia sekolah kehilangan tiga tahun pendidikan formal akibat perang.
Direktur Regional Save the Children untuk Timur Tengah, Afrika Utara dan Eropa Timur, Ahmad Ahendawi, mengatakan penderitaan anak-anak Gaza merupakan kegagalan dunia dalam melindungi mereka dari dampak perang.
“Setiap hari selama 1.000 hari terakhir, dunia telah mengecewakan satu juta anak di Gaza, dengan tidak campur tangan untuk menghentikan pembunuhan dan melukai anak-anak,” kata Ahendawi.
Anak-anak yang berbicara kepada Save the Children menggambarkan kehidupan mereka yang dipenuhi ketakutan akibat serangan dan perpindahan paksa. Namun, di tengah kondisi tersebut, mereka masih berharap perang segera berakhir dan kehidupan kembali normal.
Amani, seorang anak perempuan berusia 14 tahun, mengatakan dirinya dan anak-anak lain di Gaza hidup dalam ancaman kematian setiap saat.
“Kita bisa mati kapan saja. Aku harap perang berhenti untuk kita,” kata Amani.
