Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Dubes Iran Tegaskan Reza Pahlavi Bukan Negarawan dan Tak Dianggap Rakyat

Yohanes Palen • 2026-03-04 10:50:39

 

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa kemunculan Reza Pahlavi di Amerika Serikat belakangan ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang serius oleh masyarakat Iran.

Dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026), Boroujerdi menyatakan rakyat Iran tidak memandang Reza Pahlavi sebagai figur negarawan, terlebih setelah sejumlah pernyataannya yang dinilai kontroversial.

“Apakah mungkin orang yang berharap Iran dibom AS pantas dianggap negarawan? Saya kira orang seperti itu bukan negarawan. Kami di Iran, masyarakat negara kami tidak menganggap ada dan tidak menganggap serius orang yang tadi disebutkan,”ujar Boroujerdi dengan tegas.

Sementara itu Reza Pahlavi diketahui merupakan putra dari Shah terakhir Iran, ia telah digulingkan dalam Revolusi Islam 1979.

Boroujerdi kembali mengingatkan sejarah keterlibatan Amerika Serikat dalam mendukung pemerintahan Shah, termasuk dalam peristiwa kudeta terhadap Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh pada tahun 1953.

Menurutnya, dukungan Barat terhadap monarki saat itu justru memicu kemarahan rakyat hingga berujung pada Revolusi Islam 1979 yang mengubah sistem pemerintahan Iran dari monarki menjadi republik.

“Apabila memang mereka adalah pihak yang mengharapkan demokrasi bagi Iran, mengapa masyarakat Iran harus turun ke jalanan pada tahun 1979 melalui sebuah revolusi menjatuhkan pemerintahan Shah di sana,"katanya.

Boroujerdi juga menanggapi adanya protes dari sebagian masyarakat Iran terhadap kepemimpinan Ali Khamenei.

Ia menilai ketidakpuasan tersebut tidak serta-merta menjadikan Reza Pahlavi sebagai sosok alternatif yang diperhitungkan.

“Mungkin saja di Iran terdapat sebuah ketidakpuasan, sebuah protes dari masyarakat, tetapi pihak yang protes dan tidak puas pun di Iran tidak menganggap orang ini sebagai orang yang serius. Sebab ia bukan negarawan,”tutupnya. (*).

Editor : Yohanes Palen
#iran #indonesia #Mohammad Boroujerdi #Ceposonline.com