CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Tiga negara Eropa, yakni Jerman, Inggris, dan Prancis, mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (1/3/2026).
Ketiga negara ini menegaskan kesiapan mereka untuk melindungi kepentingan nasional serta sekutu di kawasan Teluk dari ancaman Iran.
Dalam pernyataan tersebut, ketiga negara mengecam serangan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.
“Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu-sekutu dekat kami dan mengancam para personel militer serta warga sipil kami di seluruh wilayah,” bunyi pernyataan bersama itu.
Mereka menegaskan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan proporsional untuk mempertahankan kepentingan masing-masing negara maupun sekutu mereka.
Termasuk di antaranya kemungkinan mengaktifkan tindakan defensif guna menghancurkan kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal dan drone langsung dari sumbernya.
Pernyataan tegas ini mencerminkan meningkatnya perhatian Eropa terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Komunitas internasional kini memantau perkembangan situasi dengan kekhawatiran bahwa ketegangan dapat meluas dan menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik kawasan.
Kini terbaru Pemerintah Prancis mereka megaskan solidaritas penuh untuk siap turun menghadapi Iran dalam melindungi negera-negara skutunya di kawasan teluk.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan bahwa, pemerintahnya siap membela negara-negara teluk Arab Saudi Cs, apabila situasi semakin memburuk.
“Kepada negara-negara sekutu yang telah disengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania. Prancis menyatakan dukungan penuh dan solidaritas sepenuhnya,” ujar Barrot, seperti dilansir Agence France-Presse (AFP), Senin (2/3/2026)
Ia menambahkan bahwa sesuai dengan perjanjian yang mengikat bersama para mitra serta prinsip pertahanan diri kolektif dalam hukum internasional, Prancis siap mengambil bagian dalam upaya pertahanan bersama jika diperlukan.
Menurut Barrot, sekitar 400.000 warga negara Prancis saat ini tinggal atau sedang berada di kawasan Teluk dan sekitarnya.
Karena itu, stabilitas wilayah menjadi kepentingan langsung bagi pemerintah Prancis.
Kini langkah solidaritas dari tiga kekuatan utama Eropa ini dinilai berpotensi memperluas dinamika geopolitik di Timur Tengah, di tengah meningkatnya tensi dan ancaman eskalasi konflik yang lebih besar. (*).
Editor : Yohanes Palen