Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Iran Bersumpah Balas Dendam ke AS–Israel dengan Kekuatan yang Belum Pernah Dilihat

Yohanes Palen • Senin, 2 Maret 2026 - 10:41 WIB

Ali Khamenei. (PRESSTV)
Ali Khamenei. (PRESSTV)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Iran menegaskan akan membalas serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan “kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya”.

Situasi ini menyusul operasi militer gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Pernyataan keras itu disampaikan sejumlah petinggi Iran, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, yang bersumpah akan melakukan pembalasan besar terhadap Washington dan Tel Aviv.

“Amerika telah menusuk jantung rakyat Iran dan kami akan menusuk jantung mereka,” tegas Larijani.

Ia menambahkan bahwa reaksi angkatan bersenjata Iran “akan jauh lebih kuat” dari yang pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menyebut pembunuhan Khamenei sebagai deklarasi perang.

Ia menegaskan bahwa membalas serangan tersebut merupakan hak sekaligus kewajiban nasional.

“Iran tidak akan tinggal diam. Kami akan menggunakan seluruh kemampuan negara untuk menuntut balas,”ujar Pezeshkian dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional.

Sementara itu, pasca tewasnya Khamenei, Iran langsung membentuk dewan kepemimpinan sementara untuk menjaga stabilitas negara.

Berdasarkan konstitusi Iran, jika pemimpin tertinggi wafat atau tidak lagi menjabat, maka kekuasaan akan dipegang sementara oleh dewan yang terdiri dari Presiden, Kepala Peradilan, dan seorang ulama senior dari Dewan Penjaga hingga Majelis Ahli memilih pemimpin baru.

Adapun tiga serangkai dewan tersebut diketuai oleh Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, serta Kepala Peradilan Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i.

Arafi dikenal sebagai ulama senior yang dekat dengan Khamenei dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 orang yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Iran.

Sementara itu, komando keamanan Teheran menyatakan Iran akan melancarkan serangan balasan besar terhadap pangkalan militer AS dan target Israel di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa hari terakhir, AS dan Israel dilaporkan melakukan serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas militer Iran, termasuk pangkalan rudal balistik dan instalasi pertahanan strategis.

Ledakan mengguncang sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran, dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan militer maupun sipil.

Sebagai simbol tekad balas dendam, bendera merahyang dalam tradisi Syiah melambangkan darah yang belum terbalas dikibarkan di sejumlah lokasi penting, termasuk Masjid Jamkaran di kota suci Qom.

Situasi ini dinilai sebagai eskalasi militer terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.

Serangan rudal balasan Iran dilaporkan telah mengarah ke sejumlah target militer AS dan Israel, sementara Washington memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan potensi perang regional yang lebih luas dan dampaknya terhadap stabilitas global. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Perang Iran Amerika #Ali Khanmenei