Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Tengah Perang AS–Israel vs Iran

Yohanes Palen • Dipublikasikan Senin, 2 Maret 2026 | 10:09 WIB

Paus Leo XIV (CEPOSONLINE.COM/DOK Vatikan Media)
Paus Leo XIV (CEPOSONLINE.COM/DOK Vatikan Media)

CEPOSONLINE.COM – Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinan mendalam atas pecahnya perang di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

 

Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV saat Doa Angelus pada Minggu (1/3/2026), sebagaimana dikutip dari Katolikana.com dan dilansir Vatican News. 

 

Dalam pesannya, Bapa Suci secara tegas menekankan bahwa perdamaian tidak dapat dibangun melalui ancaman maupun kekuatan senjata.

 

“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun dengan ancaman timbal balik, atau dengan senjata, yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian, tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal, otentik, dan bertanggung jawab,”ujar sang pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia ini

 

Ia mengajak seluruh negara yang terlibat konflik untuk menunjukkan tanggung jawab moral dengan mengedepankan dialog dan jalur diplomasi guna meredakan ketegangan yang semakin meluas.

 

“Semoga diplomasi kembali memainkan perannya dan semoga kebaikan rakyat dipromosikan, rakyat yang mendambakan hidup berdampingan secara damai yang didasarkan pada keadilan,”kata Paus Leo.

 

Paus Leo XIV juga mengajak umat Katolik dan seluruh masyarakat dunia untuk terus mendoakan perdamaian global di tengah situasi yang memanas.

 

“Dan marilah kita terus berdoa untuk perdamaian,”katanya.

 

Sementara itu, serangan udara yang dilaporkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) disebut-sebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. 

 

Adapun situasi politik di kawasan diperkirakan semakin tidak stabil dan berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah.

 

Seruan Paus Leo XIV menjadi pengingat kuat bahwa di tengah konflik bersenjata, upaya perdamaian melalui dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan utama untuk menghindari penderitaan yang lebih luas bagi umat manusia. (*).

 

Editor : Yohanes Palen
Perang Iran Amerika paus leo