Soroti Konflik Intan Jaya, Mahasiswa Papua Minta Presiden Buka Ruang Dialog

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:09 WIB
Massa aksi saat menyampaikan orasi di Pasar Karang Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Massa aksi saat menyampaikan orasi di Pasar Karang Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) menggelar aksi damai di kawasan Pasar Karang, Nabire, Kamis (23/7/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi kepada eksekutif dan legislatif  terkait situasi keamanan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Kabupaten Intan Jaya.

Sejak pukul 07:00 WIT, massa demonstran mulai berdatangan dan berkumpul di titik kumpul Pasar Karang.

Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan, kemudian secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan massa dan aparat keamanan yang berjaga.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, salah satu spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya.”

Selain itu, sejumlah poster juga berisi tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para mahasiswa mendesak pemerintah mengusut tuntas sejumlah kasus yang mereka sebut belum memperoleh penyelesaian secara adil.

Kasus-kasus tersebut antara lain peristiwa Soanggama Berdarah, dugaan penembakan terhadap seorang ibu hamil, penembakan seorang gembala, serta berbagai dugaan pelanggaran HAM lainnya di Intan Jaya.

“Pemerintah segera usut tuntas kasus Soanggama Berdarah, penembakan ibu hamil, pembunuhan gembala, dan berbagai kasus pelanggaran HAM lainnya di Kabupaten Intan Jaya,” demikian salah satu tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Tidak hanya menuntut penegakan hukum, para mahasiswa juga meminta pemerintah memfasilitasi dialog antara mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat Intan Jaya dengan Presiden Republik Indonesia serta Menteri Pertahanan.

Menurut mereka, dialog menjadi salah satu langkah penting untuk mencari penyelesaian damai atas konflik yang masih berlangsung.

“Pemerintah segera memfasilitasi mahasiswa dan berbagai elemen Intan Jaya guna berdialog langsung dengan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertahanan,” bunyi tuntutan lainnya.

Selama aksi berlangsung, pengamanan dilakukan oleh gabungan aparat TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Para peserta aksi menyampaikan aspirasi secara bergantian, sementara aparat melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib. (*)

Editor : Elfira Halifa
Papua Tengah INTAN JAYA Ceposonline.com