Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Penembakan di Intan Jaya Tewaskan Warga Sipil, TNI Sebut Berasal dari Tiga Titik

Wahyu Welerubun • Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:12 WIB
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna. (Foto: Istimewa).
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna. (Foto: Istimewa).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Seorang warga sipil meninggal dunia akibat terkena peluru nyasar dalam insiden kontak senjata di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. 


Korban bernama Melkiana Dwitau tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah kelompok bersenjata melepaskan tembakan di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, pada Kamis (2/7/2026) malam.


Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyatakan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil.


"Setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan. Perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kami," ujar Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026). 


Berdasarkan analisis kronologi dan pemetaan lokasi oleh pihak TNI, gangguan tembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau. 


Penembakan terjadi secara beruntun dari tiga titik berbeda dalam kurun waktu sekitar 15 menit. Pada pukul 18.45 WIT, tembakan pertama menyalak dari arah Kampung Wandoga.


Pukul 18.50 WIT, tembakan kedua terdengar dari kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa, dan pada 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum akhirnya melarikan diri ke arah sungai.


Saat peristiwa berlangsung, wilayah Sugapa sedang diguyur hujan lebat disertai kabut tebal yang membatasi jarak pandang. 


Pihak TNI mengklaim personel Satgas di lapangan tidak melepaskan tembakan balasan demi menghindari risiko salah sasaran terhadap warga. Pihak keamanan memilih bertahan di posisi perlindungan (stelling) sambil memantau pergerakan situasi.


Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter dari posisi aparat. 


Sementara itu, korban Melkiana Dwitau ditemukan berada sekitar 321 meter dari titik tembakan pertama—posisi yang disebut lebih dekat ke arah sumber tembakan kelompok bersenjata ketimbang pos satgas TNI.


Letkol M. Wirya Arthadiguna menambahkan, data-data spasial ini menjadi dasar penyelidikan yang saat ini masih didalami bersama fakta-fakta lapangan lainnya.


TNI menyayangkan taktik kelompok bersenjata yang kerap menggunakan kawasan pemukiman warga sebagai basis aktivitas, karena dinilai sangat membahayakan keselamatan warga sipil yang tidak terlibat konflik.


Selanjutnya, menyikapi situasi yang sempat memanas, Koops TNI Habema meminta masyarakat Intan Jaya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.


Pihak keamanan berjanji akan membuka ruang bagi proses penyelidikan yang objektif, transparan, dan akuntabel berdasarkan bukti teknis di lapangan guna mengungkap asal-usul peluru yang menewaskan korban.
(*)

Editor : Weny Firmansyah
#penembakan #INTAN JAYA #TNI #TPNPB