Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat Jadi Animasi, Melangkah dari Timur Tayang Gratis di YouTube

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 06:39 WIB
Melangkah dari Timur, serial animasi terinspirasi dari kisah hidup Bahlil Lahadalia. (istimewa)
Melangkah dari Timur, serial animasi terinspirasi dari kisah hidup Bahlil Lahadalia. (istimewa)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Melangkah dari Timur, serial animasi Indonesia yang belakangan viral di media sosial, menarik perhatian publik karena mengangkat perjuangan seorang anak laki-laki dari kawasan Indonesia Timur dalam mengejar cita-cita. Di balik cerita tokoh utama bernama Baha, ternyata terdapat kisah yang terinspirasi dari perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.


Dilansir dari JawaPos.com, potongan adegan dari serial tersebut ramai dibagikan di sejumlah platform media sosial. Ceritanya menampilkan kehidupan seorang anak yang tumbuh di tengah keterbatasan, tetapi memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar masa depan yang lebih baik.


Produser serial Melangkah dari Timur, Eminensi, membenarkan bahwa karakter Baha merupakan representasi dari kisah hidup Bahlil Lahadalia. Serial animasi tersebut dirancang dengan 8 episode,  mengisahkan perjalanan hidup sang tokoh sejak masa sekolah dasar (SD) hingga SMA.


“Iya benar, ini series animasi 8 episode yang menceritakan tentang kehidupan masa kecil dari SD, SMP sampai SMA dari Menteri Bahlil Lahadalia,” ujar Eminensi.


Cerita yang disajikan mengambil inspirasi dari sejumlah pengalaman hidup Bahlil, terutama pada masa kecil, kondisi ekonomi keluarga, hingga perjuangannya menempuh pendidikan di tengah keterbatasan.


Salah satu pengalaman yang diangkat dalam serial ini adalah bagaimana tokoh utama harus belajar dengan penerangan sederhana dari lampu berbahan bakar minyak. Gambaran tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita animasi, disesuaikan lebih dramatik agar lebih mudah dinikmati penonton.


Gagasan pembuatan. Melangkah dari Timur disebut bukan berasal dari Bahlil Lahadalia. Eminensi mengaku, ketika proyek tersebut mulai dirancang, Bahlil belum mengetahui rencana hidupnya akan diadaptasi menjadi serial animasi.


“Beliau nggak tahu kalau mau dibuat film animasi ini,” katanya.


Proses produksi serial tersebut berlangsung sekitar tiga bulan, termasuk sejak tahap diskusi dan pengembangan konsep. Pengerjaannya dilakukan bersama Patopo Animation, studio animasi asal Bandung yang terlibat dalam proses visualisasi cerita.


“Sekitar tiga bulanan dari kita diskusi. Jadi animasi ini dibuat sama Patopo Animation dari Bandung, biasanya memang mereka mengerjakan film animasi,” ujarnya.


Serial Melangkah dari Timur dikemas dalam format singkat dengan durasi sekitar tujuh menit untuk setiap episode. Alur ceritanya juga tidak sepenuhnya berjalan secara kronologis.


Penonton akan diajak mengikuti perjalanan Baha melalui perpaduan adegan masa lalu dan narasi tokoh tersebut ketika telah dewasa. Pendekatan ini digunakan untuk menghubungkan berbagai fase kehidupan, mulai dari masa kecil hingga perjuangan meraih cita-cita.


Pemilihan format animasi dan platform digital juga menjadi bagian penting dari konsep serial ini. Eminensi mengatakan Melangkah dari Timur sengaja ditayangkan secara gratis melalui YouTube agar bisa dijangkau masyarakat luas.


“Kita kasih nonton gratis di YouTube karena mau kasih motivasi ke masyarakat luas. Kalau ke layar lebar, mungkin dibutuhkan dana yang besar,” ujarnya.


Serial ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya pendidikan, kerja keras, dan keberanian untuk tetap memiliki mimpi meski tumbuh dalam kondisi serba terbatas.


Awalnya, serial tersebut semula ditargetkan tayang pada 7 Agustus 2026 bertepatan dengan hari ultah Bahlil ke-50. Namun sejumlah kendala teknis membuat jadwal peluncurannya mengalami perubahan. Serial animasi ini akhirnya mulai tayang pada 25 Agustus 2026. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Viral bahlil lahadalia