CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Sebuah cerita tidak selalu berhenti di halaman terakhir buku. Di Indonesia, sejumlah karya sastra dan buku populer justru melanjutkan perjalanan ke layar lebar maupun layar kaca setelah diadaptasi menjadi film dan serial.
Dilansir dari radarsolo.jawapos.com, adaptasi tersebut mempertemukan dua cara berbeda dalam menikmati cerita. Pembaca membangun tokoh dan suasana melalui imajinasi, sedangkan film menghadirkannya melalui aktor, visual, musik, dialog, dan penyutradaraan.
Menariknya, tidak semua karya yang diadaptasi berasal dari novel fiksi. Ada pula buku biografi, kumpulan tulisan, hingga buku pengembangan diri yang kemudian diterjemahkan menjadi cerita audiovisual.
Berikut sejumlah film dan serial Indonesia yang berawal dari buku.
1. Gie
Film garapan Riri Riza ini diangkat dari catatan dan tulisan mengenai Soe Hok Gie, aktivis dan intelektual Indonesia. Nicholas Saputra memerankan tokoh Gie dalam film yang dirilis pada 2005 tersebut.
2. Laskar Pelangi
Diadaptasi dari novel populer karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi mengikuti kisah Ikal dan teman-temannya yang bersekolah di Belitung. Film ini disutradarai Riri Riza dan menjadi salah satu adaptasi novel Indonesia yang sangat dikenal.
3. Gadis Kretek
Novel karya Ratih Kumala ini diadaptasi menjadi serial Netflix pada 2023. Kisahnya membawa penonton ke dunia industri kretek sekaligus perjalanan cinta dan keluarga yang melintasi beberapa periode waktu.
Bumi Manusia
Novel pertama dalam tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer ini diadaptasi Hanung Bramantyo menjadi film pada 2019. Iqbaal Ramadhan memerankan Minke, sementara Mawar de Jongh menjadi Annelies.
5. Na Willa
Film ini diadaptasi dari novel Na Willa karya Reda Gaudiamo. Ceritanya mengikuti pengalaman seorang anak dalam melihat keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
6. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Karya sastra Buya Hamka ini diangkat ke layar lebar pada 2013. Filmnya dibintangi Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian.
7. Teman Tapi Menikah
Film ini berasal dari buku karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion yang menceritakan perjalanan hubungan keduanya. Versi filmnya dibintangi Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla.
8. Filosofi Teras
Buku pengembangan diri karya Henry Manampiring diadaptasi ke bentuk film dokumenter yang membahas penerapan filsafat Stoa dalam kehidupan sehari-hari.
9. Home Sweet Loan
Novel karya Almira Bastari ini kemudian diadaptasi menjadi film. Ceritanya dekat dengan persoalan generasi muda yang berusaha memiliki rumah di tengah tekanan kebutuhan hidup.
10. Keluarga Super Irit
Karya yang berangkat dari cerita populer ini kemudian hadir dalam bentuk film yang mengangkat kehidupan keluarga dengan kebiasaan menghemat pengeluaran.
11. Dear Nathan
Novel karya Erin Watt ini diadaptasi menjadi film remaja yang mempertemukan tokoh Nathan dan Salma. Jefri Nichol dan Amanda Rawles menjadi pemeran utamanya
12. Filosofi Kopi
Cerita pendek karya Dee Lestari berkembang menjadi film yang mengangkat persahabatan, kopi, dan perjalanan dua pemilik kedai bernama Ben dan Jody.
13. Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
Buku yang kemudian diadaptasi menjadi film ini membawa persoalan keluarga dan hubungan antara orang tua dengan anak ke dalam cerita audiovisual.
14. Sabtu Bersama Bapak
Novel karya Adhitya Mulya ini diadaptasi menjadi film pada 2016. Ceritanya mengikuti keluarga yang tetap mendapatkan pesan dari seorang ayah melalui rekaman yang dibuat sebelum meninggal.
15. Titip Bunda di Surga-Mu
Karya yang juga diadaptasi ke layar ini mengangkat hubungan keluarga dan persoalan kehidupan yang dekat dengan penonton.
Beragamnya sumber adaptasi tersebut menunjukkan bahwa industri audiovisual Indonesia tidak hanya mencari cerita baru dari layar atau ide orisinal.
Buku tetap menjadi salah satu ruang penting untuk menemukan karakter, konflik, dan dunia cerita yang kemudian dapat dihidupkan kembali melalui medium berbeda. (*)