Pertamina dan Pemkab Kepulauan Tanimbar Pastikan Stok Biosolar Aman

Rohana Wenggi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Aktivitas pengisian BBM Bio Solar di salah satu SPBU di Kepulauan Tanimbar, Jumat (7/8/2026). (CEPOSONLINE.COM_PERTAMINA)
Aktivitas pengisian BBM Bio Solar di salah satu SPBU di Kepulauan Tanimbar, Jumat (7/8/2026). (CEPOSONLINE.COM_PERTAMINA)

CEPOSONLINE.COM,SAUMLAKI – PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Biosolar bersubsidi, tetap aman di wilayah Saumlaki meski permintaan meningkat seiring pesatnya aktivitas pembangunan Proyek Blok Masela.

 

 

Meningkatnya kebutuhan Biosolar disebut bukan dipicu aksi panic buying, melainkan karena bertambahnya aktivitas kendaraan pengangkut material dan logistik yang mendukung proyek strategis nasional tersebut.

 

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan jumlah kendaraan angkutan barang dan material meningkat sekitar 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

 

 

“Berdasarkan koordinasi dan pemantauan lapangan, terdapat peningkatan kegiatan kendaraan angkutan barang dan material sekitar 20 persen dibandingkan bulan lalu. Jadi dapat kami sampaikan, ini bukan panic buying, tetapi memang ada peningkatan aktivitas kendaraan pengguna Biosolar, terutama pada pagi hari,”ujar Ispiani dalam rilis, Jumat (7/8/2026).

 

 

Ia menegaskan, stok Biosolar bersubsidi yang disalurkan melalui dua SPBU di Saumlaki, termasuk cadangan di Fuel Terminal Saumlaki, dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

 

Hingga Juli 2026, realisasi penyerapan kuota Biosolar di dua SPBU tersebut baru mencapai sekitar 68 persen. Meski demikian, Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengusulkan penambahan kuota kepada BPH Migas. Surat permohonan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.

 

 

Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina juga melakukan sejumlah langkah penguatan distribusi, mulai dari memprioritaskan pengiriman Biosolar dari Fuel Terminal Saumlaki, mengatur jam operasional SPBU, hingga menata antrean kendaraan dengan dukungan pemerintah daerah dan aparat keamanan.

 

 

“Kami sudah memproyeksikan akan terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, aktivitas ekonomi, dan aktivitas pembangunan. Upaya-upaya ini akan terus kami monitor sehingga pelaksanaan penyaluran di lapangan dapat berjalan maksimal. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola SPBU agar pelayanan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

 

 

Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menyatakan pemerintah daerah memahami kondisi meningkatnya kebutuhan Biosolar di Saumlaki. Saat ini, Pemkab tengah menyusun proyeksi kebutuhan BBM sebagai dasar pengajuan penambahan kuota kepada BPH Migas.

 

 

Menurut Ricky, tambahan kuota diperlukan agar kebutuhan masyarakat sekaligus aktivitas pembangunan Proyek Blok Masela dapat berjalan tanpa hambatan.

 

 

“Proyeksi sedang difinalisasi dan segera dikirimkan agar kebutuhan masyarakat serta aktivitas pembangunan proyek strategis yang saat ini dilaksanakan di Kepulauan Tanimbar dapat terlayani dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak perlu melakukan panic buying. Mari membeli BBM sesuai kebutuhan dan bersama-sama menjaga kondusivitas di SPBU,”katanya.

 

 

Sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi energi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan, sehingga pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat maupun sektor strategis di wilayah tersebut.(*)

Editor : Weny Firmansyah
pertamina Ceposonline.com BBM