Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

GI 150 kV di Skyland  Pertama dan Terbesar di Papua

Administrator • 2018-08-29 01:47:47
Photo
Photo

Gardu Induk 150 kV di Skyland Jayapura, Selasa (28/8) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)


JAYAPURA – PT. PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan elektrifikasi listrik di Papua, dengan terus membangun infrastruktur dan sarana kelistrikan seperti yang baru-baru ini diresmikan yaitu 3 infrastruktur kelistrikan oleh Menteri BUMN.


Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Ahmad Rofiq mengatakan, gardu induk yang telah diresmikan Menteri BUMN 24 Agustus lalu merupakan GI terbesar di Papua yakni besarannya sampai 150 kV yang sebelumnnya GI di Papua hanya sebesar 70 kV.


“Sebelumnnya kami sudah menambah pembangkit listrik di Jayapura total 70 Mega, kemarin sebelum adanya tambahan GI sebesar 150 kV, tambahan pembangkit 70 Mega tidak bisa dimanfaat secara maksimal karena GI kami tidak kuat, namun setelah ada penambahan GI 150kV maka daya serap pembangkit sudah dapat dioptimalkan,” kata Ahmad kepada Cenderawasih Pos, Selasa (28/8) kemarin.


Lanjutnya, untuk pembangunan 3 infrastruktur kelistrikan memerlukan biaya investasi sebesar Rp 341 miliar, dengan rincian GI Jayapura kapasitas 60 MVA, trafo 150 kV, nilai kontraknya sebesar Rp 163,2 miliar, GI Holtekamp dengan kapasitas 60 MVA, trafo 150 kV nilai kontraknya sebesar Rp 127,3 miliar dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) panjang jarak 43.33 KMS (66 tower), tegangan 150kV nilai kontraknya sebesar Rp 48,9 miliar.


“Dengan beroperasinya infrastruktur kelistrikan penyaluran listrik Holtekamp-Jayapura tersebut, maka kami  bisa menghemat biaya produksi listrik hingga Rp 8,7 miliar per bulan atau Rp 104.4 miliar/tahun,” bebernya.


Diakui Ahmad, potensi penghematan tersebut  dihitung berdasarkan penurunan specific fuel consumption dan penghentian mesin sewa dari sistem kelistrikan Jayapura.


Bukan hanya hemat, tapi juga meningkatkan penyaluran daya dari pembangkit untuk pasang baru dan tambah daya kepada pelanggan PLN.(ana/ary)

Editor : Administrator
#PLN PAPUA