CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw, mengapresiasi pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Publik pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dogiyai Tahun 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk mendorong keterbukaan informasi, meningkatkan pemahaman partai politik, serta memperkuat komunikasi antarlembaga dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu yang lebih baik dan demokratis.
Elias Anouw mengatakan forum tersebut memberikan manfaat bagi partai politik, terutama dalam memperoleh informasi dan pemahaman terkait berbagai mekanisme serta tahapan kepemiluan.
“Ada beberapa hal penting yang kami apresiasi dari kegiatan ini. Pertama, adanya keterbukaan informasi. Kedua, memberikan pemahaman politik bagi partai politik dalam mempersiapkan kerja-kerja politik, khususnya menghadapi Sipol dan Silon bagi setiap partai politik yang menjadi peserta pemilu,” ujar Ketua PDI-P Dogiyai, Elias Anouw kepada media ini, Kamis (5/11/2026),.
Menurut Elias, keterbukaan informasi dan pemahaman terhadap sistem kepemiluan menjadi hal penting agar setiap partai politik dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi tahapan pemilu mendatang.
Selain itu, ia menilai forum konsultasi publik tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara KPU dengan partai politik maupun lembaga terkait.
“Ketiga, terciptanya komunikasi yang baik antarlembaga agar pemilu yang akan datang bisa lebih baik dan lebih terbuka, sehingga kita dapat mencapai demokrasi yang sesungguhnya,” katanya.
Elias berharap KPU Kabupaten Dogiyai terus melaksanakan kegiatan serupa agar komunikasi, koordinasi, dan keterbukaan informasi antara penyelenggara pemilu dengan seluruh partai politik dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, sehingga seluruh partai politik mendapatkan informasi yang jelas dan memiliki pemahaman yang sama terkait proses kepemiluan. Dengan begitu, tidak ada informasi yang terputus antara penyelenggara dan partai politik,” harapnya.
“Harapan kami, ke depan penyelenggaraan pemilu semakin baik dan demokratis. Karena komunikasi yang baik serta keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya,” tutup Elias. (*)
Editor : Weny Firmansyah