Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Elias Anouw Soroti Konflik Di Dogiyai, DPR Papua Tengah Minta Aparat Lakukan Pendekatan Humanis

Theresia F. Tekege • 2026-03-04 17:17:18

Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, DOGIYAI – Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw, menyoroti kembali konflik yang kerap terjadi antara pemuda dan aparat keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai.

Menurutnya, keributan biasanya berlangsung singkat, satu hingga dua hari, kemudian situasi kembali kondusif. Namun demikian, ia menyayangkan hampir setiap insiden selalu memakan korban jiwa, terutama dari kalangan Orang Asli Papua (OAP), khususnya para pemuda.

Elias menegaskan agar aparat keamanan yang bertugas di Dogiyai mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menghadapi masyarakat sipil.

“Saya minta teman-teman aparat yang bertugas di Dogiyai menghadapi warga sipil dengan pendekatan persuasif, bukan pendekatan senjata. Jangan sampai setiap konflik selalu berujung pada korban jiwa,” tegas Anggota DPR Papua Tengah, Dapil Dogiyai, Elias Anouw kepada media ini via seluler, Rabu, (4/3/2026).

Ia juga meminta agar setiap kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Menurutnya, rentetan kematian yang terjadi di Dogiyai hingga kini belum sepenuhnya memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Siapa pun yang menyebabkan hilangnya nyawa harus diproses sesuai hukum. Penegakan hukum harus berjalan agar ada kejelasan dan rasa keadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Elias menilai salah satu faktor pemicu konflik di Dogiyai adalah peredaran minuman keras (miras). Ia menyebut miras telah menjadi sumber berbagai persoalan sosial yang memicu keributan di tengah masyarakat.

“Penyebabnya salah satunya adalah miras. Ini menjadi sumber banyak masalah di Dogiyai,” kata Anouw.

Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, serta para pemuda untuk bersama-sama memberantas peredaran miras dari Kabupaten Dogiyai.

“Kita harus bersatu memerangi miras agar tidak lagi menjadi pemicu konflik dan menimbulkan korban jiwa,” tutupnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Papua Tengah #Ceposonline.com #Dogiyai #anggota dpr