55 OAP Pengungsi Pekerja Tambang Tradisional Kawe Dipulangkan ke Daerah Asal via Merauke

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:43 WIB
Para pengungsi dari tambang tradisional Kawe Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan saat akan diberangkatkan dengan pendampingan dari Polres dan Pemkab Boven Digoel, Kamis (6/9/2026) 

(CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLRES BOVEN DIGOEL) 
Para pengungsi dari tambang tradisional Kawe Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan saat akan diberangkatkan dengan pendampingan dari Polres dan Pemkab Boven Digoel, Kamis (6/9/2026)  (CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLRES BOVEN DIGOEL) 

CEPOSONLINE.COM, BOVEN DIGOEL – Sebanyak 55 Orang Asli Papua (OAP) pengungsi pekerja tambang tradisional Kawe dipulangkan ke daerah asal melalui Kabupaten Merauke-Jayapura-Wameba kemudia ke wilayah mereka masing-masing dengan pengawalan dari Polres Boven Digoel bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel. 

 

 

Pengawalan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus menjamin keamanan para pengungsi selama perjalanan.

 

 

Proses pemberangkatan berlangsung pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIT di Gedung Soska, Tanah Merah. 

 

 

Para pengungsi yang berasal dari luar Kabupaten Boven Digoel diberangkatkan menggunakan dua unit truk Satgas Yon TP 803/KYK menuju Merauke. Selanjutnya, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara menuju Jayapura pada Jumat (7/8/2026).

 

 

Kapolres Boven Digoel, Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Handoyo Prasetyo, Kabag Ops AKP Sri Haryono, S.H., Kasat Samapta AKP Makmur Maming, Kasat Intelkam IPDA Giovanne P. P. Sambo Ginting, S.Tr.K., serta Kapolsek Mandobo IPDA V. D. Lufkey, S.M., memantau langsung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, pendataan ulang, hingga proses keberangkatan para pengungsi.

 

 

Sekira pukul 22.00 WIT, rombongan mulai bergerak menuju Merauke dengan pendampingan Kabag Protokoler Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Albertus Kuyat, bersama dua personel Polres Boven Digoel. 

 

 

Tepat pukul 23.00 WIT, rombongan resmi diberangkatkan dan perjalanan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar.

 

 

Dari 55 pengungsi yang dipulangkan, sebanyak 53 orang merupakan orang dewasa yang terdiri atas 45 laki-laki dan delapan perempuan. Sementara itu, dua lainnya merupakan anak-anak, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.

 

 

Selanjutnya diberangkatkan dari Merauke menuju Jayapura dengan menggunakan pesawat Lion Air. 

 

 

Kapolres Boven Digoel menyampaikan bahwa pengawalan tersebut merupakan wujud sinergi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, dan seluruh pihak terkait dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada para pengungsi sekaligus memastikan proses pemulangan berjalan aman hingga mereka tiba di daerah tujuan.

 

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti. Kehadiran personel Polri di setiap tahapan diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengungsi selama proses perjalanan menuju daerah asal. (*)

Editor : Weny Firmansyah
OAP Ceposonline.com Boven Digoel Papua Selatan tambang