Suasana pertemuan akbar masyarakat Kabupaten Biak Numfor, di Hanggar Lanud Manuhua, Selasa (16/7). (Fiktor/Cepos)
BIAK – Pertemuan akbar masyarakat Kabupaten Biak Numfor yang berlangsung di Hanggar Lanud Manuhua, Selasa (16/7) berlangsung sukses. Berbagai gagasan, masukan dan kritik menjadi catatan penting dalam pertemuan akbar yang baru pertama kali digelar di Kabupaten Biak Numfor itu.
Dalam pertemuan itu dibagi dalam tiga sesi, masing-masing sesi penyampaian sejumlah materi, sesi diskusi yang dibagi dalam enam kelompok dan dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh intelektual asal Biak. Lalu sesi terakhir atau ketiga dibuat dalam bentuk memberikan kritik dan saran dengan mengajukan sejumlah pertanyaan.
Sesi pertama dengan empat pemateri, masing-masing tentang sejarah Kabupaten Biak Numfor oleh Pdt. Hans Wanma, S.Th, lalu materi tentang antropologi akan diisi oleh antroplog Universitas Cenderawasih DR. JR Mansoben, MA. Sementara materi tentang sumber daya manusia akan diisi oleh Kepala LLDikti Wilayah XIV yang juga mantan Rektor Unipa Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed. TEFL., M.Phil.
Sedangkan Bupati Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd merupakan pembicara terakhir disesi pertama memaparkan visi dan misi Kabupaten Biak Numfor. Selain itu, Bupati Herry Naap juga menguraikan tentang sejumlah kebijakan strategis yang akan diambil ke depan, salah satunya reformasi birokrasi dan transparansi pengelolaan keuangan.
Dalam pertemuan yang disambut antusias peserta itu juga dihadiri langsung oleh mantan Bupati Biak Numfor dua periode Yusuf Melianus Maryen, S.Sos.,MM, mantan Bupati Obed A Sroyer, mantan Rektor Universitas Cenderawasih yang juga mantan Koordinator Kopertis Wilayah Papua dan Papua Barat Drs Festus Simbiak, M.Pd, sejumlah akademisi dan intelektual, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda dan mahasiswa.
Tak hanya itu, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor termasuk jajaran kepala distrik dan kepala kampung/lurah juga hadir memenuhi kursi yang disiapkan dalam pertemuan itu. Bahkan karena membludaknya para peserta pertemuan, sejumlah warga memilih berdiri menyaksikan langsung jalannya pertemuan yang dikemas dalam bentuk diskusi itu.
“Jadi setelah penyampaian materi, kami sengaja membentuk enam kelompok lalu dilakukan diskusi. Kelompok itu dibagi menurut bidang masing-masing dan dikoodinir langsung oleh tokoh yang memang pakar di bidangnya. Misalnya, ada Pak Suriel Mofu, Max Merino, Festus Simbiak, JR Mansoben dan lainnya langsung ikut dalam kelompok diskusi,” jelas Bupati Herry Naap.
Dikatakan, bahwa berbagai saran dan pendapat yang disampaikan dalam diskusi per bidang, dirangkum dan akan menjadi catatan dalam melengkapi RPJMD lima tahun ke depan, serta menjadi bahan masukan dalam membuat setiap program dan pengambilan kebijakan selama lima tahun ke depan.
“Banyak sekali masukan yang disampaikan tadi, bahkan pada saat diskusi semua peserta mau bercicara memberikan saran, kritik dan pendapatnya. Apa yang disampaikan itu telah dirangkum dan diharapkan kedepan Kabupaten Biak Numfor akan lebih baik lagi,” pungkasnya.(itb/tri)
Editor : Administrator