Parade Tarian Wor yang ikut memeriahkan Festival BMW VII di hari ketiga, Rabu (3/7) kemarin. (Fiktor/Cepos)
BIAK-Puluhan sanggar tari ikut mengambil bagian dalam parade Tarian Wor dan Yosim Pancar (Yospan) yang digelar, Rabu (3/7) kemarin. Parade itu dilepas di depan Kantor Klasis Biak Selatan dan finis di Lapangan Gelanggang Cenderawasih Biak. Parade Tari Wor dan Yospan itu juga merupakan lanjutan Festival Biak Munawara Wampasi (BMW) VII.
Masyarakat terlihat antusias menyaksikan dari dekat parade tari Wor dan Yospan. Hal itu dapat dilihat dari sesaknya penonton di sepanjang jalan mulai dari depan Klasis Biak Selatan hingga sepanjang Jalan Imam Bonjol. Para penari Wor itu tampil dengan berbagai cerita tersendiri, ada yang mengangkat tema perang dan perdamaian, kehidupan sosial dan sejumlah lainnya.
“Ada puluhan sanggar tari yang ikut mengambil bagian dalam parade ini. Mereka tampil dengan ciri dan cerita masing-masing, khususnya untuk Tarian Wor. Ada yang mengkisahkan peperangan, perdamaian perang, kehidupan setiap hari dan atau kehidupan sosial,” ujar Asisten I Setda Kabupaten Biak Numfor Frits Senandi, S.Sos yang ditugaskan menerima para peserta parade di panggung kehormatan, Rau (3/7) kemarin.
Dikatakan, parade Wor dan Yospan tidak sekedar mengisi kegiatan Festival BMW VII, namun hal yang tak kalah pentingnya juga merupakan bagian dari pelestarian budaya khususnya lagi budaya sebagai kekayaan suatu bangsa. Diharapkan pula, parade Wor dan Yospan juga akan menjadi magnet bagi wisatawan berkungjung ke Biak.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini tentunya ke depan pesertanya makin banyak. Kalau dilihat jumlahnya saat ini memang sudah banyak, tinggal ke depan bagaimana parade ini tidak sekedar di FBMW saja, namun juga dilakukan di acara-acara kegiatan lainnya. Ini penting sebagai bagian dari pelestarian budaya dan tentunya diharapkan dapat menarik wisatawan datang ke Biak,” tandas Frits Senandi.(itb/tri)
Editor : Administrator