Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

25 Tahun Imamat Pastor Don, Uskup Mandagi: Tetap Berpegang Teguh pada Panggilan Tuhan

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
RD Donatus Wea bersama Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan para imam saat perarakan perayaan syukur 25 tahun Imamat RD Donatus Wea di Merauke, Kamis (29/10/2026) sore. (CEPOSONLINE.COM/SULO)
RD Donatus Wea bersama Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan para imam saat perarakan perayaan syukur 25 tahun Imamat RD Donatus Wea di Merauke, Kamis (29/10/2026) sore.  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, menegaskan bahwa kesetiaan kepada Tuhan menjadi kekuatan utama bagi seorang imam dalam menjalani panggilan dan pelayanannya. 


Sebab, perjalanan imamat tidak pernah lepas dari berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Mgr. Petrus Canisius Mandagi dalam perayaan 25 tahun imamat RD. Donatus Wea S. Turu, di Gedung Archelaus, Paroki Santo Yoseph Bampel, Kamis (29/1/2026) sore. 

Advertisement

Dalam perayaan tersebut, Pastor Don-panggilan akrabnya, mengangkat tema “Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku”, yang diambil dari Kitab Yesaya.

Menurut Mgr. Mandagi, tema tersebut mengandung makna mendalam tentang penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup seorang imam. Keyakinan akan penyertaan Tuhan harus menjadi pegangan ketika menghadapi berbagai persoalan dalam menjalankan tugas pelayanan.

Dalam refleksinya, Mgr. Mandagi mengajak umat untuk merenungkan kembali pertanyaan mendasar mengenai kehidupan imamat, yakni siapa sebenarnya seorang imam yang sejati.

Advertisement

Ia menyinggung kenyataan adanya dua imam yang diberhentikan oleh Uskup Agung Ende. Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya menjaga kesetiaan terhadap panggilan imamat.

Mgr. Mandagi kemudian mengutip pemikiran Paus Fransiskus mengenai empat pilar utama kehidupan seorang imam. Pilar-pilar tersebut menjadi penopang penting dalam menjalani panggilan imamat. Apabila salah satunya runtuh, kehidupan imamat dapat ikut terguncang.

Salah satu pilar yang ditekankan adalah kedekatan seorang imam dengan Allah.
Menurut Mgr. Mandagi, kedekatan dengan Tuhan tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui doa dan perayaan Ekaristi.

Ia mengaku menyaksikan sendiri kehidupan rohani Pastor Don selama menjalankan panggilan imamatnya, termasuk ketika berada di rumah keuskupan. Pastor Don dinilainya sebagai pribadi yang tekun berdoa dan setia merayakan Ekaristi setiap hari.

Advertisement

Artikel Terkait

Polda Papua Amankan 25 Unit Sepeda Motor Diduga Hasil Curian di Rusun Uncen

Polda Papua Amankan 25 Unit Sepeda Motor Diduga Hasil Curian di Rusun Uncen

Polda Papua bersama Polresta Jayapura Kota dan Polsek Heram menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan sepeda motor ha

Wali Kota Rolling 16 Pejabat, Tiga Putri Port Numbay Duduki Jabatan Strategis

Wali Kota Rolling 16 Pejabat, Tiga Putri Port Numbay Duduki Jabatan Strategis

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rolling 16 pejabat untuk mengisi sejumlah posisi Pelaksana T

Pemda Dogiyai Apresiasi Festival Kopi, Petani dan Barista Papua Harus Jadi Pelaku Utama Industri

Pemda Dogiyai Apresiasi Festival Kopi, Petani dan Barista Papua Harus Jadi Pelaku Utama Industri

Pemerintah Kabupaten Dogiyai mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi Papua Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Festiva

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer