RSUD Lukas Enembe Belum Optimal

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 13 Juni 2019 | 03:31 WIB

Bupati Herry A Naap,S.Si.,M.Pd ketika berdiskusi dengan para kepala kampung baru-baru ini. Setiap kepala kampung diminta supaya mengabsen dan memperhatikan kinerja semua aparat kampung.(Fiktor/Cepos)


BIAK-Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukas Enembe (Pratama) di Numfor hingga saat ini belum difungsikan. Meski telah diresmikan oleh Gubernur Lukas Enembe pada tanggal 18 Mei 2017 lalu, namun pengoperasian rumah sakit itu nampaknya masih belum bisa dilakukan dengan optimal.


  Pasalnya, sejumlah sarana dan prasana dalam mendukung pengoperasiannya belum lengkap dan bahkan ada yang sama sekali belum ada. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sendiri masih menunggu dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua khususnya lagi melalui anggaran Otonomi Khusus (Otsus).


  “Memang masih banyak yang perlu dilengkapi untuk mengoperasikan RSUD Lukas Enembe di Numfor, anggaran masih cukup besar sementara kemampuan anggaran kami di Kabupaten Biak Numfor terbetas. Karenanya, dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Papua sangat diharapkan, ya kalau perlu dana Otsus,” ujar Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd  kepada wartawan, kemarin.


  Bupati Herry A Naap mengatakan, pengoperasian RSUD Lukas Enembe di Numfor membutuhkan dukungan serius dari Pemerintah Provinsi Papua. Menurutnya, sebelumnya sudah ada rencana dukungan anggaran dari pemerintah provinsi terhadap pengoperasian RS tersebut, namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu itu.


  “Ya, harapan besar kami tentunya ada keseriusan dari Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan terhadap pengoperasian RSUD Lukas Enembe ini. Sambil menunggu dukungan dari pemerintah provinsi, kami juga telah menunjuk dr. Leonora Komboy sebagai dikrektur di rumah sakit itu,’ tandasnya.


  Pembangunan RSUD Lukas Enembe di Numfor dibangun dengan menggunakan anggaran dari  Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.  (itb/tri)

Editor : Administrator