Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai, Mendagri Langsung Lakukan  Ground Breaking 

Fiktor Palembangan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 05:08 WIB
Mendagri Muhammad Tito Karnavian melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (1/7/2026). (
CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)
Mendagri Muhammad Tito Karnavian melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (1/7/2026). ( CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)

CEPOSONLINE.COM, BIAK- Pembangunan Sekolah Rakyat di Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor mulai dilaksanakan.


Permulaan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (01/07). 
Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan pagu kurang lebih sebesar Rp. 241,1 miliar, dan akan dikerjakan oleh PT. Waskita Karya (BUMN). 


Sesuai dengan kalender pekerjaan, proyek yang akan melibatkan beberapa perusahaan dalam pekerjaannya ini akan tuntas pada tanggal 15 Desember 2026. 
Sekolah Rakyat ini akan menggunakan lahan seluas 9,6 hektare dan akan dibangun berbagai  faslitas. Diantaranya ruang belajar dan teknologi, ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, perangkat smartboard, serta dukungan laptop bagi siswa.


Selain itu, juga akan dibangun asrama dan hunian bagi siswa dan guru, tempat ibadah, lapangan olahraga dan upacara, dapur, area bermain, taman, pos keamanan, hingga fasilitas pengelolaan air dan limbah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. 
Mendagri mengatakan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dimana, lanjut Tito,  pembangunan sekolajh rakyat adalah salah satunya  komitmen dari Presiden Prabowo yang memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan belajar. 


“Beliu (Presiden) prihatin melihat anak-anak banyak tidak sekolah, oleh karena itu Bapak Presiden dalam program prioritasnya membangun sekolah rakyat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak tidak mampu, anak-anak yang orang tuanya tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan baik,” ujarnya. 
Dikatakan, program ini juga sejalan dengan amanat Pasal 34 Ayat (1) Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.


“Terlintaslah ide beliau (Presiden Prabowo), kiita harus memelihara anak-anak terlantar’. Salah satunya, dengan cara diberikan sekolah untuk mereka supaya mereka tidak lagi menjadi pengemis seperti bapaknya, supaya mereka tidak lagi jadi pemulung seperti bapaknya. Mereka harus naik kelas, dan itu tanggung jawab negara,” ujar Tito dalam sambutannya. 


Dikatakan, bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos). Dimana program sekolah ini akan menyasar anak-anak telantar dari kelompok masyarakat prasejahtera, kelompok rentan,  khususnya yang berada pada desil 1 dan 2. 


“Sekolah  Rakyat dibangun dengan konsep asrama dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara. Jadi anak-anak tinggal sekolah saja,” jelasnya.
Dikatakan, hingga saat ini baru tiga Sekolah Rakyat akan dibangun di Tanah Papua, ketiganya ada di Papua, antara lain Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Sarmi dan Jayapura. 


Menurut  Tito, saat diminta untuk menyiapkan lahan tidak semua daerah langsung meresponnya. “Salah satunya adalah yang proaktif adalah Bupati Biak. Kalau beliau tidak nyiapkan ini, tidak akan jadi ini barang. Ya makanya tadi di Papua sendiri cuma tiga yang menyambut, Jayapura, Sarmi, dan Biak,” tuturnya. 


Dalam sambutannya, Mendagri mengajak para kepala daerah se-Tanah Papua untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki masa depan lebih baik.


“Saya juga merasa bangga karena bisa melakukan groundbreaking di sini. Saya terima kasih dan merasa terhormat. Dan setelah ini, ada tiga daerah di Tanah Papua yang akan menyusul, yakni Mimika, Merauke dan Manokwari,” ucap Tito.


Sementara itu, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM dalam sambutannya pembangunan Sekolah Rakyat adalah wujud nyata dari komitmen besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menjalankan misi strategis pemerataan pendidikan gratis dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak kita dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan. 


“Kita patut bersyukur bahwa Kabupaten Biak Numfor dipilih menjadi salah satu pelopor dan pusat pengembangan SDM unggul di Tanah Papua,” ucapnya. 
Bupati Markus Mansnembra mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, aparat distrik, kampung, serta seluruh masyarakat, terutama warga pemilik hak ulayat di Ibdi, untuk terus memberikan dukungan penuh, mengawal kelancaran proses pembangunan hingga selesai tepat pada waktunya nanti.


“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, dan semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan program mulia ini,” tandasnya. 


Sekedar diketahui, acara peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat ini juga dihadiri Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ny. Tri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Mansnembra beserta istri, pimpinan dan anggota DPR Kabupaten Biak Numfor, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor dan undangan lainnya.(*)

Editor : Weny Firmansyah
Tito Karnavian Biak Numfor