Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rasisme di Sepak Bola Indonesia: Pemain Papua Masih Menjadi Sasaran

Y
Penulis: Yohanes Palen❯

 


Advertisement

Fenomena ini tidak hanya terjadi di level internasional, tetapi juga mulai mencederai kompetisi domestik, termasuk Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di level internasional, tetapi juga mulai mencederai kompetisi domestik, termasuk Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Aksi rasisme terhadap pemain sepak bola kembali menjadi sorotan serius di Indonesia.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di level internasional, tetapi juga mulai mencederai kompetisi domestik, termasuk Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.

Advertisement

Rasisme dalam sepak bola telah lama menjadi perhatian badan internasional seperti FIFA.

Namun kenyataannya, insiden demi insiden masih terjadi, baik di stadion maupun melalui media sosial.

Bentuknya beragam, mulai dari ejekan saat pertandingan hingga komentar diskriminatif secara daring.

Advertisement

Tindakan ini tidak hanya melukai pemain secara personal, tetapi juga mencoreng semangat sportivitas dan persaudaraan yang seharusnya menjadi ruh sepak bola.

Sayangnya di Liga Indonesia, aksi rasis ini kerap terjadi dan pemain-pemain dari Papua kerap menjadi sasaran.

Kini publik menantikan langkah tegas dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru sebagai regulator dan operator kompetisi.

Banyak pihak menilai sanksi yang jelas dan konsisten sangat diperlukan agar memberi efek jera.

Dalam berbagai kesempatan, PSSI menegaskan komitmen untuk memerangi diskriminasi di sepak bola nasional.

Regulasi disiplin telah mengatur sanksi bagi suporter maupun pihak yang terbukti melakukan tindakan rasis.

PT LIB pun diminta memperketat pengawasan pertandingan, termasuk koordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat keamanan.

Selain penindakan, edukasi menjadi kunci. Kampanye anti-rasisme perlu digencarkan secara masif, kepada suporter, pemain, dan masyarakat luas.

Sepak bola seharusnya menjadi olahraga pemersatu, di mana perbedaan warna kulit, suku, atau latar belakang menjadi kekayaan, bukan alasan merendahkan.

Ketegasan federasi dan operator liga, ditambah kesadaran kolektif seluruh elemen sepak bola, menjadi kunci agar kompetisi nasional terbebas dari praktik rasisme.

Kasus Rasisme di Liga Indonesia dan eberapa insiden terbaru menunjukkan praktik rasisme masih terjadi:

Yan Sayuri dan Yakob Sayuri (Malut United) menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial setelah pertandingan melawan Persib Bandung pada Desember 2025.

Kemudian situasi serupa terjadi kepada pemain Persipura, Ruben Sanadi yang mendapat perlakuan rasis dari oknum suporter Persiku Kudus saat Persiku Kudus menjamu Persipura di Liga 2.

Pertandingan berakhir 2-1 untuk kemenangan Persipura pada laga yang berlangsung di Stadion Wergu Wetan, Kudus,
30 Januari 2026 lalu.

Sporter Persiku Kudus yang tak menerima kalahan itu meluapkan emosi mereka dengan melontarkan kata rasis kepada Rubem Sanadi dan pemain Persipura lainnya.

Atas tindakan suporter tersebut, PT LIB dan Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tegas kepada Tim Persiku Kudus.

Adapun denda Rp 250 juta bagi Persiku Kudus. Kemudian larangan menyelenggarakan satu pertandingan kandang tanpa penonton.

Disisi lainnya, Manajemen Persiku Kudus menyayangkan tindakan oknum suporter dan telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada tim Persipura Jayapura.

Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh klub dan suporter bahwa rasisme tidak akan ditoleransi.

PSSI dan PT LIB menegaskan komitmen mereka bahwa setiap bentuk diskriminasi akan mendapat sanksi tegas untuk menjaga citra dan sportivitas sepak bola Indonesia. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

Kadispendukcapil Biak Kalep Ampnir Tutup Usia, Pemda Biak Lakukan Upacara Penghormatan

Kadispendukcapil Biak Kalep Ampnir Tutup Usia, Pemda Biak Lakukan Upacara Penghormatan

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kehilangan salah satu pejabat terbaiknya. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabu

TPP ASN Papua Juli-September Belum Lunas, Pemprov Ungkap Alasan Pembayaran Bertahap

TPP ASN Papua Juli-September Belum Lunas, Pemprov Ungkap Alasan Pembayaran Bertahap

Kabar pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mulai menjadi angin segar bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Prov

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Di tengah arus transformasi digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui gawai, sebuah tantangan b

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer