Pemkab Biak Numfor Punya Strategi Ampuh Jamin Kesejahteraan Kawasan Teluk Cenderawasih dan Papua

CEPOSONLINE.COM, BIAK – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus mempersiapkan langkah strategis untuk mengembangkan potensi Kawasan Teluk Cenderawasih melalui program "Ekonomi Biru untuk Kesejahteraan Papua".
Program ini bertujuan memaksimalkan sumber daya alam berbasis perikanan dan pariwisata bahari demi mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Plt Sekda Biak Numfor, Zakarias Mailoa, menegaskan pentingnya penerapan program ini.
“Ekonomi biru menjadi kunci keberlanjutan pembangunan Papua, khususnya di wilayah Teluk Cenderawasih. Dengan pendekatan yang tematik, holistik, dan berbasis afirmasi, kami optimistis potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata bahari dapat dikelola untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.
Salah satu langkah yang diusulkan Pemkab Biak Numfor adalah optimalisasi konektivitas transportasi di kawasan tersebut.
Hal ini mencakup pembukaan kembali rute penerbangan Garuda Biak–Jayapura yang telah ditutup sejak Oktober 2024, serta inisiasi rute baru Biak–Sorong.
“Transportasi yang ideal menjadi kebutuhan utama untuk mendukung pengembangan potensi kawasan.”
“Tanpa aksesibilitas yang baik, program ekonomi biru tidak akan berjalan maksimal,” tambah Zakarias.
Pemkab Biak Numfor juga mendorong revitalisasi Bandara Frans Kaisiepo sebagai salah satu bandara tertua di Indonesia.
Langkah ini meliputi pembangunan terminal baru dan penetapan bandara tersebut sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan operasi pesawat jenis narrow body.
Selain itu, pengembangan kawasan industri perikanan dan pembangunan Biak Water Front City menjadi prioritas untuk memperkuat sektor ekonomi biru.
“Bandara Frans Kaisiepo akan menjadi pintu gerbang utama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, dan logistik di kawasan ini. Revitalisasi ini bukan hanya untuk Biak, tetapi untuk mendukung konektivitas Papua secara menyeluruh,” jelas Zakarias.
Pemerintah daerah juga merencanakan pelaksanaan beberapa event besar, seperti Sail Teluk Cenderawasih 2025–2026 dan Ocean Race 2027.
Event-event ini bertujuan untuk menarik wisatawan nasional dan internasional, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata bahari di Biak Numfor.
“Kegiatan ini akan menjadi momentum besar untuk menempatkan Biak sebagai destinasi utama di wilayah Pasifik. Selain itu, event seperti ini dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal,” tambahnya.
Pemkab Biak Numfor juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, BUMN, dan sektor swasta, untuk merealisasikan program ini.
Dalam surat resmi Bupati Biak Numfor kepada Staf Kepresidenan, dukungan penuh dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mempercepat implementasi program.
“Melalui pendekatan kolaboratif dan terencana, kami yakin Biak Numfor dapat menjadi model ekonomi biru yang berkelanjutan di Papua, sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di Pasifik,” pungkas Zakarias.
Dengan program yang terintegrasi dan dukungan dari semua pihak, Pemkab Biak Numfor optimistis dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi Teluk Cenderawasih yang kaya akan sumber daya alam dan keindahan baharinya. (*)



