Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Sipil Tewas Ditembak OTK di Ilu, Situasi Keamanan Papua Kian Mengkhawatirkan

K
Penulis: Karolus Daot❯
Illustrasi penembakan. (JAWA POS)
Illustrasi penembakan. (JAWA POS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua dalam beberapa hari terakhir kian mengkhawatirkan. Aparat kepolisian maupun TNI hingga kini belum mengungkap dalang utama dari sejumlah aksi penembakan yang terjadi berturut-turut di beberapa daerah.


Advertisement

Kasus tersebut diantaranya penembakan dua pilot pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026), serta penembakan terhadap sopir tangki air bersih di Yahukimo Papua Pegunungan, Kamis (12/2/2026). 

Selain itu, TNI juga masih menyelidiki pelaku penembakan terhadap personel Koramil 1710-04/Tembagapura di sekitar area PT Freeport Indonesia pada Rabu (12/2/2026).

Kini, insiden serupa kembali terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Seorang warga sipil bernama Andika Harudin (41) menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Distrik Ilu, Kamis (12/2/2026) sekira pukul 15.55 WIT.

Advertisement

Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, pada Kamis sore sekira pukul 15.55 WIT, personel Polsek Ilu merespons suara yang diduga sebagai tembakan dan teriakan dari arah permukiman warga. Tak lama kemudian, korban terlihat berlari menuju Polsek Ilu dalam kondisi berlumuran darah dengan luka tembak di bagian leher kiri atas yang tembus hingga pipi kanan.

"Setelah menerima laporan dan melihat kondisi korban, personel langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilu untuk mendapatkan pertolongan pertama," ujar AKBP Fauzan.

Advertisement

Pukul 17.50 WIT, korban kemudian dipindahkan menggunakan ambulans menuju RSUD Mulia untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi dikawal personel gabungan Reskrim dan Intel Polres Puncak Jaya.

Korban tiba di RSUD Mulia sekira pukul 19.00 WIT dan langsung mendapatkan penanganan medis di ruang tindakan dan resusitasi. Pukul 20.10 WIT, korban menjalani pemeriksaan lanjutan melalui foto rontgen dan CT scan.

Tim medis sempat merencanakan tindakan operasi karena ditemukan pecahan pembuluh darah di area pipi akibat luka tembakan. Namun pada pukul 21.30 WIT, operasi batal dilakukan lantaran kondisi rahang korban tidak memungkinkan untuk dibius akibat pembengkakan yang menutup saluran pernapasan.

Saat itu, kondisi korban dinyatakan kritis dan sempat direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit lain Jumat (13/2/2026). 

Namun, sekira pukul 22.00 WIT, Andika Harudin dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis RSUD Mulia.

"Jenazah sudah diterbangkan ke Timika. Dan rencananya hari ini juga jenazah di terbangkan ke Makassar," tutup AKBP Fauzan. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Kambara Kerebea (18), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan

Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang pria berinisial NB yang diduga merupak

Sopir Lajuran Ditembak KKB, Video Dukung OPM Beredar

Sopir Lajuran Ditembak KKB, Video Dukung OPM Beredar

Seorang sopir bernama Aris Sanda dilaporkan tewas setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OP

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer