Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengaku Tak Punya Kekuatan Negara untuk Menang di Pilpres 2024, Ganjar Sindir Putra Presiden Jokowi?

G
Penulis: Gratianus Silas❯
PIDATO POLITIK: Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD saat deklarasi di Gedung Arsip Nasional Jakarta, Rabu (18/10) malam. (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO)
PIDATO POLITIK: Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD saat deklarasi di Gedung Arsip Nasional Jakarta, Rabu (18/10) malam. (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Tensi politik jelang Pilpres 2024 terasa semakin panas.


Advertisement

Pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) terlihat bersaing secara terbuka di publik, hingga tak ayal melontarkan sindiran halus kepada paslon lainnya.

Sebut saja Capres PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang mengaku tak memiliki kekuatan negara untuk memenangkan Pilpres 2024.

Sebaliknya meyakini kekuatan rakyat sangat berpengaruh dalam kontestasi Pilpres 2024.

Advertisement

Lantas apakah ini sindiran halus terhadap cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka?

Pasalnya, diketahui bahwa saat ini tensi politik di tanah air sedang panas dalam kaitannya dengan langkah Gibran sebagai cawapres di Pilpres 2024.

Semua ini bermula dari keputusan MK tentang syarat pencalonan presiden dan wakil presiden yang minimal berusia 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah.

Advertisement

Putusan ini dinilai melenggangkan jalan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres Prabowo Subianto, mengingat hakim ketua MK merupakan paman Gibran dan Ipar dari Presiden Jokowi.

Jokowi (Dok. Sekretariat Kabinet)
Jokowi (Dok. Sekretariat Kabinet)

Jika Ganjar Jadi Presiden

Ganjar memastikan dirinya ikut kontestasi Pilpres 2024 bukan semata-mata untuk mencapai kekuasaan, melainkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih unggul, maju, dan sejahtera.

Pernyataan itu disampaikannya di hadapan ratusan ribu orang dari perwakilan berbagai daerah di Jawa Tengah.

"Kami tidak punya pasukan khusus, kami tidak bisa menggerakkan alat negara. Yang bisa adalah bergerak bersama rakyat. Yang bisa adalah kita bersatu untuk menang," kata Ganjar dalam keterangannya, Minggu (5/11).

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengemukakan komitmennya untuk memberikan hak kesehatan yang baik, pendidikan yang berkualitas, dan peluang yang setara untuk semua warga Indonesia.

"Kita hanya ingin rakyat punya hak kesehatan yang baik, bisa sekolah dengan baik, keluarga tidak mampu pun punya hak yang sama untuk bisa sampai sarjana. Kita menginginkan anak-anak kita, generasi milenial punya ruang kreatif lebih banyak, akses internet yang lebih mudah, pikiran-pikiran dengan kreatifitas yang bisa diakomodasi," papar Ganjar.

Karena itu, untuk mencapai semua cita-cita luhur tersebut, Ganjar mengajak semua pendukungnya untuk bersatu, bersama-sama bergerak, dan membentuk gerakan rakyat untuk memenangkan Pilpres 2024.

"Kita berdiri disini untuk menyatukan kekuatan, pikiran. Mari semua bergerak dan kemudian hadirkan gerakan rakyat untuk memenangkan," pungkas Ganjar. (*)

Sumber: JawaPos.com

Advertisement

Artikel Terkait

Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Harus Ikuti Mekanisme Konstitusi dan Hukum

Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Harus Ikuti Mekanisme Konstitusi dan Hukum

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan komentar tentang wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah putusan Ma

Soal Penyadapan Presiden oleh Eks Kapolri Listyo Sigit,  Jokowi Sampaikan Pernyataan ini

Soal Penyadapan Presiden oleh Eks Kapolri Listyo Sigit,  Jokowi Sampaikan Pernyataan ini

Momen menarik tersebut terjadi saat Jokowi menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang

Hadiri Sidang di PN Jakarta Timur,  Akhirnya Jokowi Bawa Seluruh Dokumen Ijazah Asli 

Hadiri Sidang di PN Jakarta Timur,  Akhirnya Jokowi Bawa Seluruh Dokumen Ijazah Asli 

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membawa seluruh dokumen ijazah saat menghadiri persidangan kasus dugaan pencemaran nam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer