Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pusat Berang, Nama Organisasi Aktivis Dicatut

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Benny Rhamdani (Ceposonline com/Gamel)
Benny Rhamdani (Ceposonline com/Gamel)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Aksi demo yang dilakukan di teras Kantor Gubernur Papua di Jl Soa Siu, Jayapura pada Senin (11/8/2025) memantik reaksi organisasi Barikade 98.


Advertisement

Pasalnya dalam aksi tersebut melibatkan pengurus Barikade Provinsi Papua yang ternyata dikatakan tidak berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) alias mengambil keputusan sepihak. DPN lantas menyiapkan sanksi tegas, pemberhentian.

"Sebagai ketum Barikade 98 saya mendapat berbagai surat dari rencana aksi demo tersebut dan saya kaget. Saya tegaskan bahwa kegiatan yang mengatasnamakan dengan barikade tidak ada komunikasi dengan barikade nasional, sehingga kami tidak bertanggungjawab," kata Benny Rhamdani selaku Ketua Dewan Pimpinan Nasional, Barikade 98 melalui ponselnya Senin sore.

Kata Benny, Barikade adalah organisasi aktivis yang bergerak pada gerakan moral yang bukan gerakan politik dukung mendukung. Gerakan yang dilakukan harus memiliki pesan nilai kebangsaan. "Ini kesalahan fatal," tegas Benny.
Iapun berencana memberhentikan pengurus yang terlibat, salah satunya Ketua DPD Barikade 98 Papua, Yulianus Dwaa.

Advertisement

"Pertama ia (Yulianus Dwaa) berdiri sendiri, lalu aksi yang dilakukan bukan bagian dari gerakan nasional dan ia menjerumuskan barikade dengan urusan yang lebih kecil, lebih rendah. Kami akan ambil tindakan tegas memberhentikan yang bersangkutan, dipecat," tegas Rhamdani.

Ia tak ingin karena kepentingan sepihak akhirnya mengambil keputusan sendiri dan membawa nama-nama lembaga atau organisasi.

"Segera kami tindaklanjuti dari banyaknya laporan yang masuk. Yang jelas kehadiran organisasi ini termasuk pemberitahuan ke Polda adalah illegal sebab kami tidak pernah tahu aksi ini. Kami siapkan segera surat untuk pemecatan karena menggunakan organisasi tanpa persetujuan DPN," tutup Benny. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Massa Tolak Jalan Wanam-Muting, Ban Bekas Dibakar di Depan Kantor Bupati Merauke

Massa Tolak Jalan Wanam-Muting, Ban Bekas Dibakar di Depan Kantor Bupati Merauke

Puluhan masyarakat adat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Adat Malind Anim Kondo Digoel (FORMAMA) bersama kelompok Solidaritas Merauke

Hari Masyarakat Adat, Massa Soroti Program MBG dan Pendekatan Negara yang Mengabaikan Hak OAP

Hari Masyarakat Adat, Massa Soroti Program MBG dan Pendekatan Negara yang Mengabaikan Hak OAP

Gelombang protes kembali mewarnai Kota Jayapura pada momentum peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia.

Jadi Benteng Iklim Terakhir di Bumi, Masyarakat Adat Papua Melawan Perampasan Lahan

Jadi Benteng Iklim Terakhir di Bumi, Masyarakat Adat Papua Melawan Perampasan Lahan

Memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia, Aliansi Gerakan Mahasiswa Papua bersama Gerakan Masyarakat Adat Papua menggelar ak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer