Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Media Diberikan Akses Khusus Meliput Rekapitulasi PSU Pilgub Papua

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯

 

Yohannes Fajar Irianto Kambon.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS KPU PAPUA)
Yohannes Fajar Irianto Kambon.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS KPU PAPUA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Wujudkan proses rekapitulasi surat suara pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang transparan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak masyarakat, terkhusus media untuk ikut mengawal.


Advertisement

 

Penegasan itu disampaikan Kadiv Hukum KPU Papua, Yohannes Fajar Irianto Kambon kepada Cenderawasih Pos, Kamis (7/8/2025). 

 

Advertisement

Dalam keterangannya, Fajar menegaskan bahwa dalam merekapitulasi surat suara hasil PSU pada, Rabu (7/8/2025). Masyarakat diajak untuk mengawal seluruh rangkaian proses rekapitulasi dari tingkat kelurahan, distrik, kabupaten/kota hingga provinsi.

 

"Jadi rekapitulasi itu adalah proses yang terbuka untuk umum, termasuk publik juga bisa mengawal," kata Fajar kepada Cenderawasih Pos.

Advertisement

 

Sehingga proses yang tengah berjalan ini dapat terwujud dengan baik. Untuk itu, KPU Papua berkomitmen akan selalu mempublikasikan setiap hasil rekapitulasi mulai dari tingkat PPD hingga tingkat Provinsi.

 

Kondisi ini mengingat kedua pasangan calon telah mengeklaim kemenangannya melalui proses hitungan cepat (quick count) oleh tim kemenangan masing-masing. 

 

Dampaknya psikologis masyarakat terganggu, lantaran kedua pasangan saling klaim kemenangan. Selain itu, masyarakat menjadi bimbang dan bertanya-tanya siap yang harus dipercaya?.

 

"Quic count inikan disebarluas kedua pasangan calon saling klaim, tentu masyarakat awam bertanya ini sebenarnya yang pasti yang mana?. Makanya, segera mungkin hasil dari tiap tingkatan itu segera dipublikasikan, sehingga masyarakat dapat mengetahui," jelasnya.

 

Lebih dari itu, KPU sebagai penyelenggara mengajak pasangan calon melalui tim kemenangannya untuk pro-aktif selama proses rekapitulasi, sehingga tidak terkesan ada yang disembunyikan dari hasil PSU. 

 

“Semua masyarakat terkhusus media, bisa memantau secara langsung selama proses rekapitulasi,” tegasnya.

 

Sambungnya, namanya rapat pleno terbuka, semua masyarakat bisa hadir dan diberikan akses seluas-luasnya. Ini agar KPU tidak terkesan ada yang ditutup-tutupi.

 

“Media bisa ikut serta atau ikut menyaksikan dalam proses setiap rekapitulasi yang berjenjang itu, dan media harus disediakan tempat khusus untuk meliput," pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Ratusan sopir truk mendatangi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Biak menyiapkan empat armada kapal penumpang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Penyidikan kasus pembunuhan Kayus Yeimoa (46), penjaga sekolah SMP YPPGI Geradus Adi Merauke, terus berkembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer