Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang PSU Pilgub Papua, Tokoh Agama Ajak Warga Hindari Provokasi: Mari Jaga Persatuan!

G
Penulis: Gratianus Silas❯
Pastor Catto Mauri selaku tokoh agama di Papua.
Pastor Catto Mauri selaku tokoh agama di Papua.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua yang akan digelar pada 6 Agustus mendatang menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Papua.


Advertisement

Menyambut perhelatan demokrasi ini, masyarakat diajak untuk mempersiapkan diri dengan semangat damai, saling menghargai, dan menjaga keutuhan sosial.

Pastor Catto Mauri selaku tokoh agama di Papua mengajak seluruh warga untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan niat tulus dan hati yang jernih.

"Mari kita datang ke TPS pada 6 Agustus mendatang, berdoa agar Tuhan memberkati dan memberi hikmat serta akal budi yang sehat agar kita dapat memilih pemimpin yang benar-benar hadir dalam hati kita," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/6/2025).

Advertisement

Dia juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama proses demokrasi berlangsung.

Warga diimbau untuk menghindari tindakan yang bisa menyinggung atau merugikan orang lain, serta menjauhi ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi.

"Segala sesuatu yang kita lakukan, mari kita lakukan dengan sepenuh hati, seolah-olah untuk Tuhan, bukan untuk manusia.”

Advertisement

“Jangan menabur benih kebencian dan perpecahan. Setelah PSU, kita semua tetap satu, bagian dari masyarakat Papua yang damai dan beradab," tambahnya.

Perbedaan pilihan, kata Mauri, adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, yang luar biasa adalah ketika dalam perbedaan tersebut, masyarakat tetap menjaga persatuan.

"Beda pilihan itu biasa, yang luar biasa adalah tetap bersatu dalam perbedaan. Mari kita jaga persaudaraan dan keutuhan Papua," ucapnya.

Dia bilang bahwa PSU ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Papua untuk menunjukkan kedewasaan berdemokrasi, memilih dengan bijak, dan menatap masa depan dengan harapan baru.

Seruan Damai

Seruan damai juga disampaikan Catto Mauri menyusul masih terjadinya konflik bersenjata di beberapa wilayah di Papua.

Pastor Catto Mauri mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok bersenjata, untuk menghentikan kekerasan yang hanya membawa penderitaan bagi masyarakat Papua.

"Saya mengajak saudara-saudara semua untuk meninggalkan kekerasan bersenjata. Itu tidak membawa manfaat, malah justru merugikan diri sendiri dan orang lain," ujarnya.

Gembala Jemaat IFGF Sky Kotaraja ini juga menegaskan bahwa memiliki ideologi berbeda adalah hal yang sah dalam kehidupan berbangsa, namun penggunaan senjata bukanlah jalan yang benar untuk menyampaikan aspirasi.

"Boleh punya ideologi, tetapi ketika saudara memilih jalan bersenjata, itu justru menyulitkan diri sendiri dan menambah penderitaan masyarakat.”

“Mari kita duduk bersama, saling bicara dan sampaikan pendapat tanpa harus ada pertumpahan darah di atas tanah Papua," kata Mauri yang juga anggota Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua ini.

Dia pun mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menghargai hak hidup setiap orang.

"Tidak boleh ada nyawa yang dikorbankan atas alasan yang tidak masuk akal. Jangan gunakan cara-cara buruk yang hanya membuat sesama saudara menderita," tegasnya.

Sebagai tokoh agama, dirinya juga mengingatkan bahwa Papua tetap bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, dia meminta aparat TNI dan Polri serta pemerintah daerah untuk menegakkan hukum dengan bijaksana dan berkeadilan.

"Jika tindakan itu dianggap kriminal, tegakkan hukum dengan adil. Kami berharap TNI dan Polri lebih bijak dalam penegakan hukum agar tidak menimbulkan korban dan ada efek jera bagi pelaku kekerasan," katanya.

Pastor Mauri menutup pesannya dengan penekanan pada nilai spiritual dan moral. Menurutnya, tak seorang pun punya hak untuk menghilangkan nyawa orang lain.

"Kita semua anak-anak Tuhan. Firman Tuhan sudah jelas apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai”. Mari hentikan kekerasan, pilih jalan damai," pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Teror di Jalanan, Sopir Truk di Mimika Minta Perlindungan Polisi

Ratusan sopir truk mendatangi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

Mudik Natal Lewat Laut, PELNI Siapkan Empat Kapal dari Biak

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Biak menyiapkan empat armada kapal penumpang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Pembunuh Penjaga Sekolah di Merauke Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku

Penyidikan kasus pembunuhan Kayus Yeimoa (46), penjaga sekolah SMP YPPGI Geradus Adi Merauke, terus berkembang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer