
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano akhirnya memutuskan untuk berpasangan dengan Constant Karma di Pilgub Papua.
Adapun Constant Karma resmi menggantikan posisi Yermias Bisai yang didiskualifikasi oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Sementara itu sosok Constant Karma memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Tanah Papua.
Sebelum terjun ke dunia politik, Constant Karma cukup lama bergelut sebagai ASN di Provinsi Papua.
Ia pernah menjabat sebagai Wagub Papua periode 2000-2005, Sekda Papua, penjabat Gubernur Papua pada masa periode transisi tahun 2012-2013.
Pria kelahiran 24 Maret 1954 kini sudah berusia 70 tahun, ia merupakan alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada pada tahun 1981.
Constant Karma mengawali karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1982.
Sepanjang karirnya, Costan Karma menjadi kepala dinas sebanyak empat kali. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya.
Kemudian menjadi Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Jayapura dan di Provinsi Papua.
Di dunia politik Constant Karma merupakan salah satu putra Papua yang menjadi kader terbaik dari Partai Golkar.
Pada Pilgub 2024 lalu, Constant Karma memang menyatakan diri mendukung Pasangan BTM-YB.
Ia memilih membelok dan tidak mendukung Pasangan Matius Fakiri-Aryoko Rumaropen yang diusung oleh partai Golkar.
Keputusannya untuk mendukung BTM-YB di Pilgub Papua 2024 lalu karena ia menilai BTM merupakan sosok yang layak untuk memimpin Papua.
Kendatipun dukungannya tersebut harus beresiko mundur dari kader Golkar, Constant Karma justru tak ambil pusing.
Justru putra kelahiran Biak Numfor tersebut terjun langsung pada giat kampanye akbar BTM-YB yang digelar di Kota Jayapura.
Ia tak sendiri ketika itu, hadir pula mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu yang ikut mendukung BTM-YB.
Sayangnya BTM-YB yang menang pada Pilgub Papua 2024 batal dilantik, setelah putusan MK mendiskualifikasi Yerimias Bisai.
Adapun MK memutuskan untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Provinsi Papua.
Pada PSU ini dimana BTM harus menggantikan Calon Wakil Gubernurnya, Yermias Bisai.
Kini Constant Karma resmi menggantikan posisi Yermias Bisai mendampingi BTM sebagai Wakil Gubernur.
Hadirnya Constant Karma sebagai kader Golkar tentu menarik untuk simak kedepannya.
Pasalnya DPD Golkar Papua sendiri pada Pilgub Papua kali ini memilih untuk berkoalisi dengan partai lain.
Kendatipun visi mereka untuk lebih mengusung kader sendiri bertarung di Pilkada 2024 lalu, namun di Provinsi Papua Partai Golkar justru tidak dilakukan.
Padahal pada Pemilu 2024 di Provinsi Papua lalu, Partai Golkar menjadi pemenang. Mereka sukses meraih 8 kursi di DPR Papua.
Dengan perolehan 8 kursi di DPR Papua tersebut, Golkar Papua seharusnya bisa mengusung calonnya sendiri dan tampa harus berkoalisi.
Kini munculnya Constant Karma sebagai Calon Wakil Gubernur Papua mendampingi BTM sekarang, akankah pengurus dan kader Partai Golkar di Papua tetap bekerja tegak lurus atau nantinya mereka memilih membelok mengikuti Costan Karma. (*)



