Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa, Cawalkot Ini Ungkap Punya Harta Segini

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Calon walikota, Boy Markus Dawir (berdiri) difoto dari kejauhan ketika menjawab pertanyaan mahasiswa di Purnama Resto di Yoka, Sabtu (09/11/2024). (Gamel Cepos)
Calon walikota, Boy Markus Dawir (berdiri) difoto dari kejauhan ketika menjawab pertanyaan mahasiswa di Purnama Resto di Yoka, Sabtu (09/11/2024). (Gamel Cepos)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Ajang diskusi atau pertemuan yang dilakukan empat pasangan calon walikota dan wakil walikota Jayapura kerap mengungkap hal-hal yang menarik. Jika paslon 04, Abisai Rollo dan Rustan Saru pernah menyampaikan jika terpilih tidak akan menerima gaji sebagai walikota, berbeda dengan pengakuan calon walikota, Boy Markus Dawir (BMD). Dihadapan sekitar 200 mahasiswa/i BMD menyampaikan jika ia memiliki harta kekayaan sebesar Rp 154 miliar.


Advertisement

Ini disampaikan menjawab tantangan dari salah satu komika, Steve Imbiri dalam sesi tanya jawab pada acara Bijak Pilkada di Purnama Resto, Yoka, Sabtu, (09/11/2024). Saat itu BMD menghadiri undangan kegiatan Pijak Pilkada dan diberi pertanyaan apakah berani  mempublikasi jumlah kekayaan yang dimiliki sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Tanpa berfikir lama-lama BMD pun berdiri dan langsung menyebut bahwa ia memiliki harta sebesar Rp 154 miliar yang sebagian besar berbentuk tanah adat. "Ini sesuai dengan laporan saya ke LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang terbaru di tahun 2024 ini," jelas Boy Dawir. Ia menyampaikan bahwa harta tersebut masih dalam berbentuk tanah adat sedangkan  untuk tabungannya diakui tidak seberapa.

"Untuk apa malu atau takut menyampaikan ini, jadi yang saya sampaikan itu adalah data terakhir. Saya pikir pejabat manapun harus berani mengungkapkan itu," beber Boy. Ia menambahkan bahwa jika tujuannya maju sebagai walikota bukan soal uang sebab ia memiliki bekal yang cukup. Boy memilih maju karena ingin melayani dan memperbaiki yang dianggap kurang. "Kalau mau cari uang tentu saya tidak harus jadi walikota, termasuk kemarin saya juga lolos di DPR  Papua periode keempat tapi saya putuskan tidak lanjut karena sebagai anak negeri saya ingin mengabdi di tempat saya dibesarkan," imbuhnya.

Advertisement

Selain itu, agar tak terjebak berurusan dengan KPK dikemudian hari, Boy mengaku masih berkoordinasi dengan KPK untuk mendapatkan masukan apa saja yang bisa dilakukan untuk mendorong pemerintahan yang bersih. "Ini penting agar dana penggunaan atau pengelolaan anggaran itu tidak disalahgunakan. Masukan dari KPK  lembaga pemeriksa yang lain baik untuk membentuk pemerintahan yang sehat," tutupnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Fokus Pembinaan Muda, PSSI Papua Tengah Bidik Pertiwi Cup 2027

Fokus Pembinaan Muda, PSSI Papua Tengah Bidik Pertiwi Cup 2027

Kebangkitan sepak bola di Papua Tengah kini mulai menampakkan titik terang. Usai resmi dikukuhkan di Nabire, Jumat (6/11/2026)

Pelarian Berakhir, Buron Penembakan Polisi di Puncak Jaya Ditembak

Pelarian Berakhir, Buron Penembakan Polisi di Puncak Jaya Ditembak

Pelarian T.T (21), salah seorang buron (DPO) kasus penembakan mematikan terhadap almarhum Brigpol Ronald M. Enok, akhirnya terhenti.

Polisi dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 4 Hektare di Semangga

Polisi dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 4 Hektare di Semangga

Personel Polsubsektor Semangga bersama masyarakat bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di RT 09 Kampu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer