Edu Ivakdalam Ungkap Kesalahan Fatal Firman Syahbas Gagal Eksekusi Penalti bagi Persewar

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pelatih Persewar Waropen, Eduard Ivakdalam, ungkap kesalahan fatal pemainnya Firman Syahbas gagal mengeksekusi penalti di akhir laga melawan Sulut United, Kamis (23/11/2023).
Diketahui, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura itu, Persewar berhasil menang dengan skor 2-1.
Tim Mutiara Bakau (julukan Persewar) bisa saja menang telak dengan skor 3-1, jika Firman Syahbas tak gagal mengeksekusi penalti di akhir laga.
Adapun penalti Firman dieksekusi dengan tembakan keras yang melenceng di atas mistar gawang Sulut United.
Berikut cuplikan Firman Syahbas gagal eksekusi penalti:
Coach Edu pun buka suara perihal kesalahan tersebut.
Bahkan mantan Pelatih Tim Sepak Bola PON 2020 itu mengungkap kesalahan fatal Firman Syahbas.
“Satu pemain ini, kalau kita ingat, dia yang tadi malam tidak ikut ibadah,” ungkap Edu.
“Dia tertidur.”
“Jadi, biar dia koreksi dirinya sendiri,” tegasnya lagi.
Ibadah bersama tim merupakan agenda wajib yang dilaksanakan Persewar sebelum pertandingan.
“Kenapa saya kasih dia yang ambil (penalti), ya karena tadi malam dia yang tidak ikut ibadah.”
“Jadi, ini juga supaya dia menyadari bahwa Tuhan hadir dalam diri kita di saat pertandingan,” tegas Coach Edu.
Persewar Menang vs Sulut United
Persewar kembali meraih kemenangan saat menjamu Sulut United di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (24/11/2023).
Main di hadapan pendukung sendiri, Persewar menang dengan skor 2-1.
Bagi Pelatih Persewar Eduard Ivakdalam, kemenangan tersebut dipersembahkan bagi semua masyarakat.
“Hasil yang kita capai hari ini untuk semua masyarakat pencinta tim Persewar, buat masyarakat di Waropen,” kata Coach Edu.
Kata Coach Edu, timnya wajib bersyukur atas hasil tersebut.
Pasalnya, kemenangan itu diraih dengan susah payah.
“Ini pertandingan yang sulit buat kita.”
“Banyak hal yang terjadi dalam tim ini, tapi Tuhan baik, sehingga kita bisa melalui fase ini,” ujarnya.
Ditambah lagi banyak pemain yang tidak bisa bermain pada pertandingan tersebut.
“Ada 3 pemain inti yang absen, di antaranya yang terkena akumulasi kartu dan ada yang kena Malaria, yaitu Jefron (Sitawa),” ungkapnya.
Namun, bagi mantan pelatih Tim Sepak Bola PON Papua 2020 itu, Persewar harus tetap maju dan siap bertanding dengan stok pemain yang ada.
“Sebab, saya percaya talenta lokal kita ini sangat luar biasa.”
“Buktinya, hingga akhir pertandingan anak-anak tampil dengan sangat luar biasa.”
“Kemenangan ini didapat bukan karena kehebatan Bochi (Boaz Solossa), saya, atau pemain lain. Tapi kekuatan dari Tuhan,” tegasnya.
Secara taktikal, Edu mengaku puas dengan permainan yang dipraktekan para punggawa tim berjuluk Mutiara Bakau itu.
“Dalam latihan sudah dipraktekkan dengan baik, dan juga dapat ditunjukkan dalam pertandingan melawan Sulut United.”
“Mereka (Persewar) ketinggalan, tapi pelan-pelan bisa keluar dari tekanan dan akhirnya kita sukses dapat 3 poin,” pungkasnya. (*)



