Pemilik ChatGPT Bersiap Jadi Raksasa Triliunan Dolar, Investor Mulai Bergerak

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Langkah OpenAI untuk menembus jajaran korporasi bernilai triliunan dolar Amerika Serikat semakin terbuka lebar.
Perusahaan pencipta ChatGPT ini tengah merampungkan putaran pendanaan baru yang berpotensi melambungkan valuasi perusahaan hingga US$ 1,25 triliun atau setara Rp 22,6 ribu triliun.
Sebagaimana dilansir dari kaltimpost.jawapos.com, dalam proses penggalangan modal tersebut, OpenAI membidik dana segar hingga US$ 30 miliar atau sekitar Rp 542,6 triliun. Sejumlah sumber yang memahami negosiasi ini mengungkapkan bahwa putaran investasi dipimpin oleh investor asal Uni Emirat Arab (UEA) bersama Coatue.
Penjajakan investasi ini bermula ketika para pemodal menyodorkan proposal kepada OpenAI pada September lalu. Besaran akhir nilai putaran pendanaan masih difinalisasi dan diharapkan dapat tuntas dalam pekan depan.
Selain menyepakati suntikan modal, OpenAI juga giat menegosiasikan kerja sama komersial dengan pihak UEA. Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mengamankan tambahan kapasitas komputasi guna menopang pengembangan teknologi kecerdasan buatan mereka.
Langkah agresif ini selaras dengan peta jalan jangka panjang OpenAI. Perusahaan sebelumnya telah menyampaikan kepada para investor pada Februari lalu mengenai target pengeluaran komputasi yang fantastis, yakni mencapai US$ 600 miliar atau setara Rp 10.800 triliun pada 2030 mendatang.
Masuknya dana segar dalam skala jumbo ini kian memperkuat spekulasi terkait penawaran umum perdana saham (IPO). Sinyal go public sebenarnya sempat dibocorkan oleh CFO OpenAI Sarah Friar kepada para karyawan pada Agustus lalu, dengan estimasi pelaksanaan pada 2027.
Kendati demikian, arah kebijakan perusahaan sempat diwarnai silang pendapat internal. CEO OpenAI Sam Altman justru menyatakan hal berkebalikan dan menilai bahwa saat ini belum menjadi momentum yang tepat bagi OpenAI untuk melantai di bursa. (*)



