Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Korban Dituding KKB, Mahasiswa Nduga Desak Satgas ODC Pulihkan Nama Baik

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua bersama pihak keluarga korban dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (IPMNI) saat mengelar konferensi pers, Senin (2/11/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMI)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua bersama pihak keluarga korban dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (IPMNI) saat mengelar konferensi pers, Senin (2/11/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua bersama pihak keluarga korban dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (IPMNI) menyuarakan desakan keras kepada pemerintah pusat serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kasus penembakan terhadap tiga warga sipil di Kampung Nogonwait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

​Desakan hukum tersebut disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers yang digelar di Kantor LBH Papua, kawasan Kamkey, Distrik Abepura, Senin (2/11/2026). 

Advokat LBH Papua, Imanus Komba, S.H., mengonfirmasi bahwa pihak LBH Papua telah secara resmi menerima kuasa penuh dari pihak keluarga untuk memberikan pendampingan hukum dan mengawal seluruh proses penegakan hukum insiden penembakan yang terjadi pada 23 Oktober 2024 tersebut hingga ke meja peradilan.

Advertisement

"Hari ini kami dari LBH Papua menggelar konferensi pers dengan tema mengungkap fakta dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh tiga warga sipil yang ditembak di Kampung Nogonwait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada 23 Oktober 2024," ujar Imanus Komba.

Hadir dalam konferensi pers tersebut ​perwakilan keluarga korban, Yunius Serera, membeberkan kronologi peristiwa yang terjadi di Kampung Nogonwait saat aparat keamanan memasuki area permukiman warga. 

Akibat rentetan tembakan tersebut, kata Yunius korban atas nama Kelikia Kerebea tewas di tempat usai mengalami luka tembak parah di bagian dada dan perut. 

Advertisement

Sementara itu, korban Masut Serera sempat berusaha berlari beberapa kali sebelum akhirnya ambruk diterjang rintikan peluru yang menembus dada serta punggungnya. Satu warga lainnya dilaporkan menderita luka-luka tembak.

"Ketika itu aparat mendatangi lokasi dan melakukan pembubaran, enam orang warga panik dan berupaya menyelamatkan diri. Tiga warga sempat mengangkat tangan sebelum akhirnya ditangkap, sementara tiga warga lainnya berusaha melarikan diri hingga akhirnya diberondong tembakan," ungkapnya.

Pihak keluarga menegaskan bahwa isu kepemilikan senjata yang diklaim pihak tertentu sebenarnya terjadi di Kabupaten Yahukimo, bukan di Nduga, sehingga informasi yang beredar dinilai sebagai bentuk manipulasi data. 

Oleh karena itu, keluarga menuntut pencopotan serta proses hukum tegas bagi oknum aparat yang terlibat.

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

PAHAM Papua: Laporan Mama Yasinta terhadap Teddy Wakum dan Dandhy Laksono Berpotensi Jadi Bentuk Kriminalisasi

PAHAM Papua: Laporan Mama Yasinta terhadap Teddy Wakum dan Dandhy Laksono Berpotensi Jadi Bentuk Kriminalisasi

Perkumpulan Pengacara Hak Asasi Manusia untuk Papua (PAHAM Papua) menilai laporan polisi yang diajukan Yasinta Moiwend atau Mama Yasinta terhadap Direktur LBH Papua Pos Merauke, Teddy Wakum, dan sutradara film dokumenter

Di Balik Lagu dan Puisi PO Nindy “Papua Mayu”, Ada Kisah Luka dan Air Mata Masyarakat Nduga

Di Balik Lagu dan Puisi PO Nindy “Papua Mayu”, Ada Kisah Luka dan Air Mata Masyarakat Nduga

Riuh musik reggae yang memenuhi panggung Papua Reggae Festival (PRF) seketika terasa berbeda ketika PO Nindy membawakan lagu Papua Mayu, Jum

Dijuluki “Pak Salib”, Polisi Ini Raih Hoegeng Awards Berkat Pengabdian di Nduga

Dijuluki “Pak Salib”, Polisi Ini Raih Hoegeng Awards Berkat Pengabdian di Nduga

Pengabdian di wilayah pedalaman Papua mengantarkan Kasat Samapta Polres Nduga, Iptu Motalip Litiloly, meraih Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer