Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

163 Korban Tewas Akibat Konflik Bersenjata

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
FRITS RAMANDEY.
FRITS RAMANDEY.

Advertisement

CEPOSONLINE. COM, JAYAPURA- Konflik bersenjata di Papua terus menelan korban jiwa. Catatan Komnas HAM Papua sejak Januari 2026 hingga September 2026 mencatat ada 163 korban jiwa. 

 

Karenanya Komnas HAM mendesak pemerintah pusat dan pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk segera menghentikan eskalasi kekerasan di tanah Papua. 

Advertisement

 

 Catatan Komnas HAM sebanyak 163 korban jiwa ini berasal dari kalangan masyarakat sipil, aparat TNI-Polri, maupun anggota TPNPB-OPM.

 

Advertisement

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menegaskan bahwa aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap warga sipil serta pekerja pelayanan publik oleh kelompok bersenjata memenuhi kualifikasi pelanggaran HAM.  

 

Menurutnya, tindakan KKB yang kerap mempublikasikan video kekerasan juga tergolong sebagai upaya penyebaran teror kepada masyarakat.

 

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

Antisipasi Ancaman Ini, Menteri HAM Masukkan Neurorights Dalam Draf UU HAM

Antisipasi Ancaman Ini, Menteri HAM Masukkan Neurorights Dalam Draf UU HAM

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan Kementerian HAM memasukkan ketentuan mengenai neurorights atau hak atas neurotekno

Bom Molotov atau Bukan? Polisi Masih Dalami Temuan di Kantor Komnas HAM Papua

Bom Molotov atau Bukan? Polisi Masih Dalami Temuan di Kantor Komnas HAM Papua

Misteri benda yang ditemukan di sekitar Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua, Rabu (9/9/2026), masih didalami polisi.

Empat Kali Diteror, Apa yang Membuat Kantor Komnas HAM Papua Terus Disasar?

Empat Kali Diteror, Apa yang Membuat Kantor Komnas HAM Papua Terus Disasar?

Sebuah botol berisi bahan bakar yang diduga bom molotov dilemparkan ke arah Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jalan Soa Siu, Dok V Bawah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer