Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bom Molotov atau Bukan? Polisi Masih Dalami Temuan di Kantor Komnas HAM Papua

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen.(CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen.(CEPOSONLINE.COM/KAREL)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Misteri benda yang ditemukan di sekitar Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua, Rabu (9/9/2026), masih didalami polisi.

Hingga kini, aparat belum memastikan benda tersebut merupakan bom molotov seperti dugaan yang beredar.

Penyidik Polresta Jayapura Kota bersama Polda Papua masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut. Kepastian mengenai jenis dan kandungan benda yang ditemukan masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor).

Advertisement

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penyelidikan dilakukan secara bersama-sama. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua juga telah mendatangi Polresta Jayapura Kota untuk memperbarui perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Dari kami sudah melakukan penyelidikan, dari Polda juga sudah melakukan penyelidikan. Kemarin kami juga didatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk meng-update apa saja yang sudah kami lakukan terkait peristiwa itu," kata Fredrickus, Jumat (11/9/2026).

Fredrickus menjelaskan, petugas yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan benda yang masih terbakar. Tidak ditemukan pula kerusakan pada bangunan Kantor Komnas HAM Papua maupun kendaraan yang berada di sekitar lokasi.

Advertisement

"Petugas yang mendatangi TKP tidak menemukan benda-benda yang terbakar. Tidak ada kerusakan pada objek bangunan maupun kendaraan yang ada di sekitar lokasi," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah pecahan botol dengan tutup berwarna putih, cairan serta benda lain seperti tisu.

Namun, polisi belum dapat memastikan kandungan cairan tersebut. Pemeriksaan Labfor diperlukan untuk mengetahui apakah cairan itu merupakan bahan bakar atau zat lainnya.

"Yang ditemukan di TKP itu pecahan botol, ada cairan dan benda lain seperti tisu. Untuk kandungannya masih menunggu hasil Labfor, apakah itu bensin atau zat lain," ujarnya.

Advertisement
Editor : Elfira Halifa

Artikel Terkait

Antisipasi Ancaman Ini, Menteri HAM Masukkan Neurorights Dalam Draf UU HAM

Antisipasi Ancaman Ini, Menteri HAM Masukkan Neurorights Dalam Draf UU HAM

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan Kementerian HAM memasukkan ketentuan mengenai neurorights atau hak atas neurotekno

163 Korban Tewas Akibat Konflik Bersenjata

163 Korban Tewas Akibat Konflik Bersenjata

Konflik bersenjata di Papua terus menelan korban jiwa. Catatan Komnas HAM Papua sejak Januari 2026 hingga September 2026 mencatat ada 163 ko

Empat Kali Diteror, Apa yang Membuat Kantor Komnas HAM Papua Terus Disasar?

Empat Kali Diteror, Apa yang Membuat Kantor Komnas HAM Papua Terus Disasar?

Sebuah botol berisi bahan bakar yang diduga bom molotov dilemparkan ke arah Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jalan Soa Siu, Dok V Bawah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer