Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waduh, Stok BBM Papua Hanya Bertahan Hingga 12 Hari Ke Depan

W
Penulis: Weny Firmansyah❯

Warga membeli BBM untuk kendaraannya di SPBU APO, Kota Jayapura, Senin (18/3.)Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan stok BBM, LPG, dan minyak tanah dalam kondisi aman.
Warga membeli BBM untuk kendaraannya di SPBU APO, Kota Jayapura, Senin (18/3.)Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan stok BBM, LPG, dan minyak tanah dalam kondisi aman.


Advertisement

CEPOSONLINE, JAYAPURA- Eskalasi konflik di timur tengah masih berlangsung hingga kini. Tak sedikit yang khawatir dan bertanya terkait ketersediaan bahan bakar minyak mengingat secara nasional ini telah menjadi isu utama bahkan menimbulkan kepanikan. Meski begitu untuk wilayah Papua sendiri pihak Pertamina Patra Niaga Regional Papua menyatakan stok BBM masih aman.

Paling tidak hingga 12 hari ke depan Pertamina masih mampi memenuhi kebutuhan masyarakat. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menjelaskan bahwa ketahanan stok tersebut masih berada pada level aman. Untuk menjaga kesinambungan pasokan, distribusi energi terus diperkuat melalui suplai dari kapal-kapal yang telah terjadwal masuk ke Fuel Terminal (FT) di Papua.

“Stok masih aman dan akan terus dijaga melalui pengiriman rutin. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya. Terkait kabar kapal pengangkut energi yang sempat tertahan di Selat Hormuz, Pertamina bersama pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk memastikan pasokan dalam negeri tetap terjaga.

Advertisement

Pemantauan terhadap kondisi geopolitik global dan tren harga minyak dilakukan secara berkala. Selain itu, strategi penguatan armada distribusi dan diversifikasi sumber impor juga diterapkan guna mengantisipasi potensi gangguan. Pertamina kembali menegaskan pentingnya perilaku konsumsi yang bijak. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena dapat mengganggu kelancaran distribusi energi.

Terkait isu kenaikan harga BBM, Pertamina menjelaskan bahwa terdapat dua kategori BBM yang berlaku di Indonesia. Pertama, BBM non-subsidi seperti pertamax series dan dex series yang harganya dievaluasi setiap bulan. Penyesuaian harga dapat terjadi mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kedua, BBM subsidi dan penugasan seperti solar, minyak tanah, dan pertalite. Untuk jenis ini, harga ditetapkan oleh pemerintah secara nasional sehingga tidak mengikuti mekanisme pasar secara langsung. Dengan kondisi stok yang aman dan sistem distribusi yang terus dijaga. "Kami berharap masyarakat tetap tenang serta menggunakan energi secara bijak demi menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika global," imbau Bramantyo.(*)

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Di tengah arus transformasi digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui gawai, sebuah tantangan b

Harapan Itu Bernama Pertamina

Harapan Itu Bernama Pertamina

Puing-puing sisa kebakaran masih menggantung di bibir pantai Kampung Nelayan, Dok V, Kelurahan Mandala, Jayapura Utara, Minggu (25/10/2026).

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Lebih dari 800 orang diperkirakan menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua 2026 di Kab

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer