Dinkes Papua Tengah Siapkan 60 Ribu Masker Hadapi Dampak Asap Karhutla di Nabire

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti Nabire turut meningkatkan kewaspadaan Dinas Kesehatan Papua Tengah terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat. Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Papua Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA maupun kualitas udara sebagai langkah antisipasi dampak asap karhutla.
“Menurut data dari SKDR yang kita punya, memang menunjukan ada tren kenaikan kasus ISPA di Papua Tengah, meski saat ini belum tergolong signifikan,” kata Agus Chen dalam rapat darurat bersama merespons hotspot (titik panas) di Nabire, Jumat (21/8/2026).
Ia mengatakan pemantauan kasus ISPA dan kualitas udara akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau.
Selain pemantauan, Dinkes Papua Tengah juga memastikan kesiapan logistik kesehatan, mulai dari obat-obatan, vitamin hingga masker. Saat ini tersedia sekitar 23 karton masker tiga lapis.
Setiap karton berisi sekitar 50 boks, sehingga total persediaan mencapai kurang lebih 1.150 boks atau sekitar 60 ribu masker.
“Untuk distribusi, kami akan mulai rutin setiap hari. Kami alokasikan sekitar 1.000 masker per hari di beberapa titik, terutama ruang publik dan fasilitas umum,” ujarnya.
Sementara itu, untuk ketersediaan obat batuk dan vitamin, Agus memastikan stok di Instalasi Farmasi Provinsi Papua Tengah masih aman dan mencukupi. Distribusi juga akan dikoordinasikan bersama instalasi farmasi kabupaten.
“Untuk ketersediaan obat batuk dan vitamin kami pastikan aman dan mencukupi di instalasi farmasi provinsi. Kami juga akan selalu bekerja sama dengan instalasi farmasi kabupaten,” katanya.
Dinkes Papua Tengah juga menyiapkan armada ambulans untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kondisi darurat akibat paparan asap, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.



