Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Papua Tengah Perkuat Pendataan Warisan Budaya Melalui Bimtek Dapobud

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯

Suasana Bimtek Dapobud di Hotel Getz Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Suasana Bimtek Dapobud di Hotel Getz Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) sebagai langkah awal memperkuat pendataan dan dokumentasi warisan budaya di Papua Tengah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah melalui Kabid Kebudayaan, Deni Tenouye, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Tengah, dengan masing-masing kabupaten mengirimkan dua peserta.

“Peserta yang diundang berasal dari delapan kabupaten, masing-masing dua orang. Narasumbernya dari kementerian sebagai tenaga teknis, serta dari Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Jayapura,” ujar Deni kepada media saat diwawancarai disela-sela kegiatan Bimtek Dapobud di Hotel Getz Nabire, Rabu, (11/3/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, kegiatan bimbingan teknis tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.

Menurut Deni, pelaksanaan Bimtek Dapobud ini penting karena Papua Tengah merupakan daerah otonomi baru (DOB) sehingga perlu memulai pendataan kebudayaan secara sistematis dan terintegrasi.

“Sebagai provinsi baru, di bidang kebudayaan kami juga baru memulai. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyusun Data Pokok Kebudayaan agar seluruh dokumen dan data budaya bisa terinput dengan baik dalam sistem,” jelasnya.

Advertisement

Ia menambahkan, mekanisme pengumpulan data kebudayaan nantinya akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, pemerintah provinsi bertugas melakukan validasi sebelum data diteruskan ke pemerintah pusat.

“Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan oleh kabupaten dan kota. Provinsi hanya melakukan validasi dan meneruskan ke pusat. Selanjutnya verifikasi akan dilakukan oleh kementerian dan balai besar kebudayaan,” kata Tenouye.

Berbagai unsur kebudayaan yang akan didata dalam sistem Dapobud mencakup beragam kategori, mulai dari benda budaya hingga tradisi lisan yang berkembang di masyarakat.

“Misalnya noken, bahasa daerah, bangunan bersejarah, kerajinan tangan, alat tradisional, cerita rakyat, lagu tradisional, hingga situs-situs kebudayaan. Semua itu nantinya akan dimasukkan dalam aplikasi Data Pokok Kebudayaan,” ujar Kabid Kebudayaan ini.

Deni berharap melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dapat mulai menginventarisasi sekaligus mengabadikan berbagai kekayaan budaya yang dimiliki Papua Tengah.

“Harapan kami, langkah awal ini bisa berjalan dengan baik sehingga seluruh data kebudayaan di Papua Tengah dapat terdokumentasi secara lengkap dan menjadi bagian dari database kebudayaan nasional,” Pungkas Tenouye. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Perjuangkan Aspirasi Rakyat hingga Nasional, Senator Eka Kristina Yeimo Raih Indonesia Future Figure

Perjuangkan Aspirasi Rakyat hingga Nasional, Senator Eka Kristina Yeimo Raih Indonesia Future Figure

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo Murib, meraih

Dua Tahun Berkarya, DPR Papua Tengah Fokus Perkuat Legislasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Dua Tahun Berkarya, DPR Papua Tengah Fokus Perkuat Legislasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Genap dua tahun menjalankan tugas sejak dilantik pada 2024, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya

Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Tengah, Deinas Geley, langsung memasang target.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer