Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

81 Nakes Diungsikan Pasca Penembakan Pilot Smart Air, Gubernur Apolo Berharap Kondisi Keamanan di Koroway Batu Segera Pulih

Y
Penulis: Yulius Sulo❯

 


Advertisement

 

Apolo Safanpo.(CEPOSONLINE.COM/SULO).
Apolo Safanpo.(CEPOSONLINE.COM/SULO).

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Pasca penembakan terhadap pilot dan co pilot Smart Air di Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel beberapa waktu lalu, berujung pada penarikan 81 tenaga Kesehatan dari 4 puskesmas yang ada di Koroway Batu.

Penarikan tenaga Kesehatan dari 4 puskesmas tersebut karena masalah keamanan setelah aksi penembakan tersebut yang menyebabkan pilot dan co pilot Smart Air meninggal dunia.

Advertisement

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjawab pertanyaan media ini mengungkapkan, 81 Nakes yang ditarik dari 4 puskesmas pasca penembakan tersebut belum dipulangkan ke tempat tugasnya kembali. Mereka masih berada di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

‘’Untuk tenaga Kesehatan yang kita evakuasi berkaitan dengan situasi Kamtibmas yang terganggu di wilayah pelayanan.

Sementara kita evakuasi dulu sambil terus berkoordinasi dengan apparat TNI dan Polri yang sedang dalam tugas memulihkan situasi Kamtibmas di tempat kejadian,’’ kata Gubernur Apolo Safanpo, di Merauke, Rabu (4/3/2026).

Dikatakan, jika situasi Kamtibmas di tempat kejadian tersebut benar-benar sudah pulih maka 81 tenaga kesehatan yang ditarik tersebut dikembalikan ke tempat tugas.

‘’Kita harapkan situasi Kamtibmas di tempat kejadian berangsur pulih kembali sehingga aktivitas di daerah tersebut seperti semula. Begitu juga Nakes yang sebelumnya kita tarik, bisa kita kembalikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kami akan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pemulihan Kamtibmas di wilayah tersebut,’’ kata Gubernur Apolo Safanpo.

Advertisement

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan Dr. Benedicta Herljna Rahagiar menjelaskan, bahwa 81 tenaga Kesehatan yang ditarik pasca penembakan itu berasal dari 4 puskesmas yakni Puskesmas Yanirumah, Puskesmas Firiwage, Puskesmas Mangelum dan Puskesmas Kombai.

Namun begitu, dari 4 Puskesmas tersebut, tiuga puskesmas diantaranya masih tinggal sejumlah perawat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yakni Puskesmas Yanirumah 3 Nakes, Firiwange 3 Nakes dan Mangelum 5 Nakes. Sedangkan untuk Puskesmas Mangelum dalam keadaan kosong.

‘’Untuk 3 puskesmas yang Nakesnya tidak mengungsi itu karena memang warga dari situ,’’ terangnya.

Sementara mereka 81 Nakes yang ada di Tanah Merah, tambah Benedicta Herlina Rahagiar, tetap melaksanakan tugas membantu di Rumah Sakit Boven Digoel maupun Puskesmas Tanah Merah. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Kambara Kerebea (18), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan

Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang pria berinisial NB yang diduga merupak

Sopir Lajuran Ditembak KKB, Video Dukung OPM Beredar

Sopir Lajuran Ditembak KKB, Video Dukung OPM Beredar

Seorang sopir bernama Aris Sanda dilaporkan tewas setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OP

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer