Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaji dan Bonus Ratusan Juta, Satu Bulan Dilatih Langsung Jadi Tentara Bayaran Rusia

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Yolanda Evalyn Sebayang (kedua dari kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026). (CELOSONLINE.COM/ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Yolanda Evalyn Sebayang (kedua dari kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026). (CELOSONLINE.COM/ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Sulitnya mendapatkan lapangan kerja dengan gaji besar, membuat orang gampang tergiur dengan tawaran gaji dan bonus besar meski dengan taruhan nyawa 


Seperti halnya tawaran untuk menjadi tentara bayaran Rusia dengan gaji dan bonus ratusan juta membuat orang rela meninggalkan Indonesia. Kasus yang  mengandung unsur tindak pidana perdagangan orang ini pun berhasil diungkap kepolisian.

Seperti dilansir Antara, Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) PPA-PPO Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus menjadi tentara bayaran Rusia hanya dilatih selama satu bulan sebelum diturunkan ke medan perang.

Advertisement

Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Yolanda Evalyn Sebayang di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, mengatakan bahwa hal tersebut terungkap dalam penyidikan laporan polisi (LP) LP A 8/X/2026/SPKT/Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri dengan jumlah korban lima orang.

Ia mengatakan, dalam proses rekrutmen, para korban hanya perlu menyerahkan foto paspor maupun KTP dan tidak diberikan pelatihan. Kandidat tersebut nantinya akan dilatih setelah tiba di kamp Rusia.

“Modusnya, sesampainya di Rusia, mereka hanya dilakukan tes kesehatan. Tanpa pandang umur, yang penting sehat. Setelah di sana sampai, mereka sehat, mereka akan langsung tanda tangan kontrak, dilatih selama satu bulan, dan langsung diturunkan ke medan perang,” jelasnya.

Advertisement

Korban juga diiming-imingi bonus bergabung sebesar 2.600 rubel atau sekitar Rp620 juta dengan gaji 230 rubel per bulan.

Selain itu, visa yang digunakan korban adalah visa turis dan bukan visa kerja. Visa dan tiket pesawat para korban disiapkan serta dibiayai oleh agen di Rusia.

Yolanda menyebut terdapat satu tersangka dalam LP tersebut yang berinisial MI selaku penanggung jawab memberikan informasi lowongan kerja, rekrutmen, hingga mengarahkan dan memproses keberangkatan daripada korban.

Tersangka MI, ujar dia, memperoleh keuntungan sebesar 1.000 rubel yang diterima melalui dompet aset kripto.

Advertisement

Artikel Terkait

Butuh Dana Besar, Pemerintah Masih Kaji  Penerapan Kuliah Gratis di PTN 

Butuh Dana Besar, Pemerintah Masih Kaji  Penerapan Kuliah Gratis di PTN 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyebut rencana penerapan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri

Umat Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha Didorong Terlibat dalam Pelayanan Haji, Apa Perannya?

Umat Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha Didorong Terlibat dalam Pelayanan Haji, Apa Perannya?

Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia berpeluang menjadi ruang kolaborasi masyarakat lintas agama.

Seleksi CPNS 2027 Resmi Dibuka Awal Tahun. Tenaga Pendidik Dapat Porsi Paling Banyak?

Seleksi CPNS 2027 Resmi Dibuka Awal Tahun. Tenaga Pendidik Dapat Porsi Paling Banyak?

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2027 diperkirakan menjadi salah satu agenda yang banyak ditunggu oleh masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer